Korea Selatan Lirik Investasi Digital di Indonesia

CNN Indonesia | Jumat, 12/07/2019 07:14 WIB
Korea Selatan Lirik Investasi Digital di Indonesia Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Kim Chang Beom. (CNN Indonesia/Christie Stefanie).
Jakarta, CNN Indonesia -- Korea Selatan mulai melirik investasi langsung atau Foreign Direct Invest (FDI) sektor digital di Indonesia. Menurut Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Kim Chang Beom, sektor digital Indonesia memiliki potensi.

"Karena perkembangan ICT (Information and Communication of Technology/Teknologi Informasi dan Komunikasi) di Indonesia sangat cepat. Selain ICT, area lain adalah lifestyle (gaya hidup), seperti kosmetik dan health care (kesehatan) serta industri konten," ujar Kim, Kamis (11/7).


Ia menuturkan investasi Korea Selatan selama ini masih berkutat pada industri dasar. Sebut saja, Lotte Chemical yang telah berinvestasi pada pembangunan pabrik di Cilegon sebesar US$4 miliar setara Rp56 triliun mengacu kurs Rp14 ribu.

Peletakan batu pertama pembangunan pabrik itu telah dilaksanakan pada Desember 2018 lalu. Selain itu, perusahaan asal Negeri Gingseng Posco juga menanamkan investasi pada PT Krakatau Steel Tbk untuk membangun klaster industri baja di Cilegon, Banten senilai US$4 miliar.

Terbaru, perusahaan farmasi asal Korea Selatan Chong Kun Dang Pharmaceutical (CKD Pharma) menggandeng OTTO Pharmaceutical mendirikan pabrik obat onkologi berlabel halal pertama di Indonesia pada Selasa (9/7) lalu.
[Gambas:Video CNN]
Menurut Kim, iklim investasi Indonesia membaik. Namun demikian, ia memberikan beberapa catatan terhadap investasi di Indonesia.

"Ada beberapa permasalahan investasi yang perlu dibenahi seperti transparansi, deregulasi, dan tambahan insentif pada investasi di sektor yang terkait ekspor," imbuhnya.

Data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat investasi Korea Selatan merosot sebesar 71,38 persen dari US$940 juta pada kuartal I 2018 menjadi hanya US$269,5 juta pada kuartal I 2019.

Korea Selatan merupakan negara dengan investasi terbesar ke-8 pada kuartal I 2019. Tetapi, peringkat itu merosot dari sebelumnya di posisi ke-3.


(ulf/bir)