"Karena perkembangan ICT (Information and Communication of Technology/Teknologi Informasi dan Komunikasi) di Indonesia sangat cepat. Selain ICT, area lain adalah lifestyle (gaya hidup), seperti kosmetik dan health care (kesehatan) serta industri konten," ujar Kim, Kamis (11/7).
Ia menuturkan investasi Korea Selatan selama ini masih berkutat pada industri dasar. Sebut saja, Lotte Chemical yang telah berinvestasi pada pembangunan pabrik di Cilegon sebesar US$4 miliar setara Rp56 triliun mengacu kurs Rp14 ribu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terbaru, perusahaan farmasi asal Korea Selatan Chong Kun Dang Pharmaceutical (CKD Pharma) menggandeng OTTO Pharmaceutical mendirikan pabrik obat onkologi berlabel halal pertama di Indonesia pada Selasa (9/7) lalu.
[Gambas:Video CNN]
Menurut Kim, iklim investasi Indonesia membaik. Namun demikian, ia memberikan beberapa catatan terhadap investasi di Indonesia.
Data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat investasi Korea Selatan merosot sebesar 71,38 persen dari US$940 juta pada kuartal I 2018 menjadi hanya US$269,5 juta pada kuartal I 2019.
Korea Selatan merupakan negara dengan investasi terbesar ke-8 pada kuartal I 2019. Tetapi, peringkat itu merosot dari sebelumnya di posisi ke-3. (ulf/bir)