Ia melihat selama ini riset yang dilakukan oleh BPDP-KS belum berdampak signifikan terhadap perkembangan industri sawit. Bahkan, tak jarang, hanya menjadi rutinitas semata.
"Jangan karena kemudian jadi program rutin yang pokoknya dibikin, tapi hanya untuk mengisi lemari dan tak berisi pengetahuan mengenai sawit," kata Darmin, Kamis (1/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi, ada hal yang hubungannya dengan usaha perkebunan rakyat. Misalnya, tentang peremajaan sawit rakyat, itu bisa dengan biaya dari BPDP-KS," jelas mantan gubernur Bank Indonesia ini.
Kemudian, BPDP-KS juga bisa meneliti cara agar bisa memproduksi kayu dari pohon sawit. Pasalnya, pohon menghasilkan banyak air sehingga sulit diolah menjadi kayu. Padahal, ada 4 juta hektare (ha) lahan sawit milik rakyat di dalam negeri.
Ia menambahkan proses penelitian bisa dilakukan dengan berbagai metode sekaligus, misalnya dua hingga tiga pendekatan ilmiah. Dengan demikian, hasilnya pun diharapkan lebih optimal.
[Gambas:Video CNN]
(aud/sfr)