"Presiden Bank Dunia sempat ditanyakan oleh direktur lainnya 'Kenapa membiarkan dia (Sri Mulyani) pergi, kamu tidak sekuat itu untuk menahan Sri Mulyani?' Kacau balau lah saat itu. Pengumuman kabinet (saya) excited tapi saya depressed (tertekan) banget," kata Sri Mulyani, Jumat (2/8).
Sri Mulyani mengaku tak bisa menolak permintaan Jokowi. Menurutnya, tak pernah ada satu orang pun yang bisa mengatakan 'tidak' pada pemimpin negara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Sri Mulyani Beri Sinyal Tax Amnesty Jilid II |
Mengingat ia tidak bisa langsung mengundurkan diri dari Bank Dunia, Jokowi pun menghubungi langsung Presiden Grup Bank Dunia Jim Yong Kim agar ia bisa kembali ke Indonesia. Jokowi menjelaskan panjang lebar urgensi Sri Mulyani harus kembali ke Tanah Air.
Jim pun menyerahkan keputusan di pundak Sri Mulyani. Namun, ia sempat menanyakan mengenai perkiraan pandangan orang tua Sri Mulyani, apakah lebih senang ia tinggal di Indonesia atau di AS. Sri Muyani pun menjawab kemungkinan besar almarhumah ibunya akan bahagia jika dirinya mengabdi untuk Indonesia.
Pada akhirnya, Sri Mulyani pun resmi menjabat menjadi Menteri Keuangan di bawah pemerintahan Jokowi pada 27 Juli 2016. Hal itu meruntuhkan komitmen yang selama ini ia pegang untuk tak pernah kembali ke pekerjaan lama. Sebagai pengingat, Sri Mulyani sebelumnya sudah pernah menjadi bendahara negara di bawah pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Saya orang paling tidak mau kembali ke pekerjaan lama, harus move on, tapi ya saat kembali saya harus cari motivasi lagi," tutur Sri Mulyani.
Sri Mulyani membutuhkan motivasi agar ia tak merasa jumawa karena sebelumnya pernah menempati posisi yang sama mengingat situasi ekonomi yang terus berubah di setiap periode.
Lihat juga:Darmin Ogah Respons Tax Amnesty Jilid II |
Terlebih, ketika pulang ke Indonesia kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sedang sulit-sulitnya. Penerimaan negara jauh lebih kecil ketimbang belanjanya.
Lalu, Bambang Brodjonegoro, menteri keuangan kala itu, mengeluarkan kebijakan amnesti pajak. Sri Mulyani, sebagai pengganti Bambang tentu harus mempelajari segala aturan dan undang-undang program pengampunan pajak tersebut.
"Itu tantangan besar, saya tidak sempat nafas, saya sampai tidak berpikir saya tidur di mana tiap hari kerja terus," katanya.
"Saya minta ke Presiden waktu dua hari ya pak untuk baca APBN dan dua hari kemudian sidang kabinet," jelasnya.
Menurutnya, tantangan menjadi Menteri Keuangan selalu berbeda tiap tahunnya. Kini, ia harus memutar otak agar ekonomi Indonesia tidak rontok di tengah perlambatan ekonomi global dan perang dagang antara AS dengan China.
[Gambas:Video CNN] (aud/sfr)