Waskita Karya Rilis Surat Utang Global Rp3 Triliun

CNN Indonesia | Senin, 05/08/2019 22:21 WIB
Waskita Karya Rilis Surat Utang Global Rp3 Triliun Ilustrasi proyek jalan tol. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Waskita Karya (Persero) bakal menerbitkan surat utang global atau global bond senilai US$210 juta atau sekitar Rp3 triliun. Dana dari obligasi tersebut rencananya digunakan untuk pembiayaan kembali (refinancing), sekaligus mendongkrak kinerja perseroan.

Direktur Keuangan Waskita Karya Haris Gunawan mengatakan opsi global bond akan melihat perkembangan pasar. "Global bond sangat bergantung kepada rating dari lembaga internasional," ujarnya, seperti dilansir Antara, Senin (5/8).

Global bond direncanakan untuk pembiayaan investasi baru, juga untuk beberapa ruas tol yang sedang diinvestasikan oleh perseroan.

Ia menilai sejauh ini penerbitan global bond menawarkan risiko yang paling rendah dari sisi biaya dan faktor.

Ia juga mengungkapkan bahwa pada semester II 2019, perseroan akan melakukan divestasi saham pada dua ruas tol yang dikelola.

Saat ini, lanjutnya, hal tersebut sedang dalam proses penawaran dengan perseroan, baik dalam maupun luar negeri dan ditargetkan rampung semester II 2019.

Sebagaimana diwartakan, perseroan Tbk berhasil memperoleh nilai kontrak baru sebesar Rp8,18 triliun hingga Juni 2019.

"Waskita Karya pada semester I 2019 memperoleh nilai kontrak baru sebesar Rp8,18 triliun, meningkat dibandingkan periode sama sebesar Rp7,65 triliun," ujar Sekretaris Perusahaan Waskita Karya Shastia Hadiarti.

Shastia menjelaskan bahwa perolehan kontrak baru tersebut ditopang oleh perolehan sejumlah proyek besar, antara lain Bandara Juanda di Jawa Timur Rp623 miliar, Masjid Istiqlal di DKI Jakarta Rp423 miliar, Bandara Hasanuddin di Sulawesi Selatan Rp422 miliar.

Kemudian, Jalan Tol Becakayu (A. Yani) di Jawa Barat senilai Rp773 miliar, Rest Area Tol Bakaheuni-Terbanggi Besar di Lampung senilai Rp343 miliar, dan Revitalisasi Olahraga Pelajar Ragunan di DKI Jakarta senilai Rp381 miliar.

Selanjutnya, Waskita Karya mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp14,80 miliar pada semester I 2019 dan laba bersih tercatat Rp1,01 triliun, dengan net margin 6,85 persen.

Perseroan juga menargetkan penerimaan arus kas masuk tahun ini sebesar Rp40 triliun, termasuk di dalamnya dari proyek turn-key yang penyelesaian proyeknya pada Oktober 2019 sebesar Rp 26,85 triliun, dengan realisasi sampai semester I sebesar Rp7,49 triliun yang diperoleh dari beberapa pembayaran proyek tol.

Di antaranya proyek Tol Cisumdawu, proyek Tol Pemalang - Batang Paket 4, dan proyek Tol Bakauheni - Terbanggi Besar.




(bir)