Pemerintahan Trump Sebut China Tukang Manipulasi Mata Uang

CNN Indonesia | Selasa, 06/08/2019 14:22 WIB
Pemerintahan Trump Sebut China Tukang Manipulasi Mata Uang Ilustrasi yuan. (REUTERS/Thomas White).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (ASDonald Trump menjuluki China sebagai "manipulator mata uang" pada Senin (5/8). Julukan mereka berikan setelah Bank Rakyat China (PBOC) membiarkan mata uang mereka terus melemah.

Pemberian julukan tersebut dilakukan beberapa jam setelah Trump menuduh Beijing mendepresiasi mata uangnya. Trump menambahkan kebijakan yang diambil PBOC telah ditujukan untuk menghancurkan bisnis dan pabrik AS.

"Juga untuk merusak pekerjaan kami, menekan upah pekerja kami dan merusak harga petani kami. Tidak lagi," katanya seperti dikutip dari CNN, Selasa (6/8).


PBOC membiarkan mata uang mereka jatuh di bawah 7 yuan terhadap dolar Amerika. Kebijakan tersebut mereka laksanakan sebagai balasan atas kebijakan perdagangan yang diterapkan Presiden Trump.

Sebagai informasi Presiden Trump pekan lalu menyatakan akan melancarkan serangan dagang baru ke Negeri Tirai Bambu dengan mengenakan tarif tambahan 10 persen atas impor senilai US$300 miliar asal China mulai 1 September mendatang.

Sementara, PBOC dalam sebuah pernyataan mereka mengatakan mereka memiliki kewenangan dan kendali yang cukup besar untuk mempengaruhi pergerakan yuan. Mereka menyatakan akan terus mengambil kebijakan yang diperlukan di pasar valuta asing demi menjaga kondisi ekonomi China.

Sementara itu, Departemen Keuangan AS menyatakan tindakan China tersebut telah melanggar komitmen dan kesepakatan antara sesama negara anggota G-20. Mereka mengharapkan China untuk mematuhi komitmen yang telah dibuat. 
[Gambas:Video CNN]
Undang-undang AS menetapkan tiga kriteria untuk mengidentifikasi sebuah negara telah melakukan manipulasi mata uang. Pertama, surplus neraca berjalan global yang material, surplus perdagangan bilateral yang signifikan dengan Amerika Serikat, dan intervensi satu arah yang terus-menerus di pasar valuta asing.

Setelah menentukan bahwa suatu negara adalah manipulator, Departemen Keuangan diharuskan untuk melakukan pembicaraan khusus yang bertujuan memperbaiki mata uang yang undervalued. 

Sebelum China, Departemen Keuangan AS telah menetapkan Taiwan dan Korea Selatan sebagai manipulator mata uang. Penetapan dilakukan pada 1988, tahun ketika Kongres memberlakukan hukum peninjauan mata uang.

Penetapan juga pernah dilakukan terhadap China pada 1994 lalu. 


(Antara/agt)