Pertumbuhan tersebut anjlok jika dibandingkan kuartal I 2019 yang masih bisa mencapai 6,25 persen.
Meskipun anjlok, Direktur Eksekutif Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta Hamid Ponco Wibowo dalam pernyataannya Senin (5/8) kemarin menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi tersebut masih lebih tinggi dari nasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beruntung, di tengah perlambatan kinerja dua komponen tersebut, ekonomi Jakarta masih diselamatkan oleh kinerja konsumsi rumah tangga yang masih berhasil tumbuh 6,15 persen secara tahunan.
Pertumbuhan ekonomi Jakarta juga terselamatkan oleh konsumsi pemerintah yang masih tumbuh 34,61 persen. "karena adanya peningkatan realisasi THR untuk aparatur sipil negara (ASN)," katanya.
[Gambas:Video CNN] (agt/agt)