"Terkait data HGU yang terkait orang per orang tentu tidak bisa dibuka, karena ada implikasinya ke ekonomi, ekonomi bisa terguncang," katanya ketika berkunjung ke Kantor Redaksi Trans Media, Selasa (6/8).
Respons Puan itu terkait dengan pertanyaan CNNIndonesia.com tentang transparansi data pemerintah, salah satunya adalah HGU.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah bisa dianggap menyerang orang-orang yang dianggap tidak sepaham dengan mereka.
"Presiden pasti kumpulkan, minta pengertian dan komitmen, kalau dia memiliki lahan puluhan ribu hektare tapi tidak ditanami, ya akan diminta kembalikan ke negara," katanya.
Kepemilikan HGU oleh sekelompok cukong di Indonesia sebelumnya mengemuka saat debat Pemilihan Presiden 2019 lalu. Saat debat, Jokowi membuka data bahwa calon presiden Prabowo Subianto memiliki lahan seluas 220 ribu hektare di Kalimantan Timur dan 120 ribu hektare di Aceh Tengah.
Prabowo tak membantah data yang dibuka Jokowi tersebut. Ia mengaku memiliki lahan yang disebutkan Jokowi tersebut.
Sebelumnya, pemerintah membatasi akses data dan informasi HGU melalui surat dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Arahan tersebut tertuang dalam surat Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Musdalifah Machmud kepada Ketua Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI), Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), dan pimpinan perusahaan-perusahaan di sektor kelapa sawit tertanggal 6 Mei 2019.
Dalam salinan surat yang diterima CNNIndonesia.com, Musdalifah mengungkapkan komitmen pemerintah untuk meningkatkan praktik perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan serta menindaklanjuti hasil pertemuan pemerintah Indonesia dengan Komisi Uni Eropa terkait kebijakan sawit memerlukan dukungan seluruh pemangku kepentingan kelapa sawit.
[Gambas:Video CNN] (asa)