Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan Indonesia akan bersalah kalau masih menutup pintu ekspor daging dari Brasil. "Itu harus ada, karena tidak mungkin kita menyatakan tidak bisa. Kalau kita melarang, melanggar ketetapan WTO, ya kita pasti salah," ujarnya di Kemenko Perekonomian, Rabu (7/8).
Apabila Indonesia masih menutup pintu bagi Brasil, bukan tidak mungkin Brasil akan menyerang balik ekspor Indonesia ke negara tersebut. Kekhawatirannya, langkah itu diikuti oleh negara-negara lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua, persyaratan penggunaan produk impor tidak konsisten dengan Artikel XI dan Artikel XX. Ketiga, prosedur perizinan impor, utamanya dalam hal pembatasan periode jendela permohonan dan persyaratan pencantuman tetap data jenis, jumlah produk, dan pelabuhan masuk, serta asal negara tidak konsisten dengan Artikel X dan XX.
Terakhir, penundaan proses persetujuan sertifikat kesehatan veteriner melanggar Article 8 dan Annex C (1) (a) SPS agreement.
Kendati begitu, Brasil tetap tidak puas dengan perlakuan Indonesia. Pada Juni lalu, Brasil mengatakan Indonesia masih menghalang-halangi ekspor ayamnya ke Indonesia dengan menunda sertifikasi kebersihan dan produk halal.
"Kami sudah buka (impornya), karena kami tidak bisa melarang ketentuan dari WTO," jelas Enggar.
Meski diperbolehkan, ekspor ayam ke Indonesia, namun Brasil tetap harus memenuhi ketentuan produk halal. Sebab, ketentuan itu dianggap tak melanggar ketentuan WTO. Apalagi, jaminan halal penting bagi Indonesia yang mayoritas penduduknya memeluk Islam.
"Jadi yang penting halal dulu. Nanti sesudah itu baru tahap berikutnya. Tapi kan yang penting impornya sudah kami buka," tegas Enggar.
Karena seluruh poin gugatan sudah dilakukan pemerintah, maka ia pun heran dengan sikap Brasil yang seolah-olah menuduh Indonesia masih membatasi ekspornya. Padahal, permintaan impor ayam dari Brasil saja masih belum ada yang melayang ke mejanya.
Direktur Perundingan APEC dan Organisasi Internasional Kemendag Antonius Yudi Triantoro menambahkan daging ayam dari Brasil tetap harus halal. Karenanya, Brasil dapat bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJH) Kementerian Agama untuk menjamin kehalalan produk daging ayamnya. "Ada kerja sama, BPJH dengan otoritas di sana. Jadi, ada dua pihak untuk menjamin halal," tandasnya.
[Gambas:Video CNN] (glh/bir)