Pertumbuhan ekspor tersebut menjadi yang tercepat sejak Maret lalu. Pertumbuhan ekspor tersebut juga lebih tinggi dibandingkan perkiraan para analis yang hanya mengharapkan kenaikan 2 persen.
Meski demikian, data bea cukai Negeri Tirai Bambu menunjukkan impor mereka tetap lemah. Pada Juli kemarin, impor mereka turun 5,6 persen dibanding periode sama tahun lalu. Pelemahan tersebut menjadi sinyal permintaan domestik China masih rendah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gayung bersambut, rencana serangan tersebut langsung dibalas dengan China dengan menyatakan bahwa mereka tak akan membeli produk pertanian AS. Bukan hanya itu saja, untuk melawan serangan dagang dagang dari AS, China juga membiarkan yuan mata uangnya terdepresiasi melewati level 7 yuan per dolar.
Depresiasi tersebut merupakan yang pertama dilakukan China dalam lebih dari satu dekade ini.
[Gambas:Video CNN]