BI Sebut Gubernur Bank Sentral AS Mungkin Iri dengan RI

CNN Indonesia | Jumat, 09/08/2019 22:12 WIB
BI Sebut Gubernur Bank Sentral AS Mungkin Iri dengan RI Gubernur BI Perry Warjiyo. CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan Gubernur The Federal Reserve Jerome Powell mungkin iri dengan dirinya karena bisa membuat hubungan bank sentral nasional mesra dengan pemerintah. Hal ini bertolak belakang dengan hubungan The Fed dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Pernyataan itu diucapkan bos BI ketika menghadiri seminar ekonomi di kawasan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (9/8). Dalam seminar itu, Perry mulanya menjelaskan capaian perekonomian Indonesia dalam lima tahun terakhir.

Menurutnya, ekonomi Indonesia tumbuh cukup baik. Hal ini tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang cukup stabil di kisaran 5 persen dalam beberapa tahun terakhir.


Begitu pula dengan inflasi yang berada di rentang 3 persen sampai 4 persen. Kedua indikator itu, menurutnya, bisa tercapai lantaran ada bauran kebijakan dan koordinasi yang kuat antara pemerintah dengan bank sentral.

Bahkan, menurutnya, Indonesia boleh dibilang beruntung karena berhasil membangun hubungan yang mesra antara pemerintah dan bank sentralnya. Sebab, hal ini tak selalu terjadi di negara-negara lain.

Contohnya, pemerintah AS dengan The Fed. Trump justru kerap melayangkan kritik kepada Powell. Pasalnya, Powell tidak pernah mendengar keinginan Trump agar The Fed menurunkan tingkat bunga acuan.

Padahal, menurut Trump, bunga acuan perlu turun agar perekonomian AS di dalam negeri bisa mendapat sumber pembiayaan murah. Sehingga, roda industri bergerak lebih cepat dan ekonomi Negeri Paman Sam meningkat. 

"Jerome Powell mungkin iri dengan saya, mereka dikritik pemerintahannya (Trump). Sementara kita (di Indonesia) bisa dilihat, BI mesra dengan pemerintah," ungkap Perry, Jumat (9/8).

Meski mesra, namun Perry menegaskan bahwa BI di bawah pimpinannya tetap independen dalam menentukan arah kebijakan moneter. Hal ini menandakan bahwa kebijakan BI tidak bisa diintervensi oleh pihak manapun.

"Kami tetap independen, tapi kami sangat kuat hubungannya dengan pemerintah," tegasnya.

[Gambas:Video CNN]


(uli/agt)