Ikatan Keluarga Korban Sutet Tagih PLN Soal Ganti Rugi Lahan

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 10/08/2019 18:04 WIB
Ikatan Keluarga Korban Sutet Tagih PLN Soal Ganti Rugi Lahan Ilustrasi Sutet (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi). (www.pln.co.id)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ikatan Keluarga Korban Sutet (IKKS) meminta PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero) tidak menuduh pohon sengon sebagai penyebab utama pemadaman listrik di DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah pada 4 hingga 5 Agustus 2019.

Presidium IKKS Dadang Martadinata mengatakan tuduhan terhadap pohon sengon sebagai penyebab utama pemadaman listrik cenderung ingin menyalahkan rakyat.

Dadang justru menyebut insiden pemadaman listrik disebabkan kesalahan PLN yang belum menuntaskan tanggung jawab kepada masyarakat korban sutet yang tinggal dan memiliki tanah secara sah di jalur transmisi 500 kv. Dadang tidak menjelaskan detail korelasi antara kedua insiden. 

"Kami sebagai warga IKKS Jawa Barat melihat pernyataan yang menyebutkan bahwa salah satu penyebab pemadaman listrik karena pohon yang tingginya melebihi batas ambang aman kabel transmisi sebagai sebuah pernyataan yang cenderung ingin menyalahkan rakyat," kata Dadang saat memberikan keterangan pers di salah satu kafe di kawasan Jakarta Selatan, Sabtu (10/8).


Dia menjelaskan, PLN seharusnya menyelesaikan ganti rugi kepada masyarakat lebih dahulu saat membangun transmisi 500 kv.

Ia juga menyebut PLN seharusnya tidak dapat membangun transmisi 500 kv lain sebelum menuntaskan kewajiban kepada masyarakat tersebut sebagaimana diatur dalam Pasal 11 dan 12 Undang-undang Nomor 15 Tahun 1985 tentang Ketenagalistrikan.

"Ganti rugi yang dimaksud dihitung berdasarkan harga yang layak dan telah dibayar lunas, atau telah mendapatkan penggantian dalam bentuk lain seperti tukar dengan tanah di tempat lain yang sepadan dan seimbang," ucap Dadang.

Dia menyatakan insiden pemadaman listrik sangat merugikan masyarakat di berbagai sektor industri dan berpotensi kembali terjadi pada hari mendatang bila PLN tidak bertanggung jawab atas kerugian yang dialami pihaknya.

"Satu hal yang harus diingat oleh PLN sebagai perusahaan penyedia tenaga listrik tidak melakukan ganti rugi yang layak atau mengganti dalam bentuk lain kepada warga yang punya hak atas tanah atau bangunan yang dilintasi jalur transmisi 500 kv, maka blackout bisa terjadi kapan pun," tuturnya.

Sebelumnya, informasi bahwa pohon sengon merupakan penyebab utama pemadaman listrik lalu terjadi pertama kali disampaikan oleh Kepala Biro Penerangan Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo.

Namun, Pelaksana tugas Direktur Utama (Plt Dirut) Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sripeni Inten Cahyani mengaku belum bisa membenarkan info sejumlah pohon di sekitar PT PLN UPT Unggaran jadi penyebab utama pemadaman listrik itu.

Menurutnya, penyebab insiden pemadaman listrik massal bukan hanya satu, mengingat sistem kelistrikan di Jawa dan Bali sangat kompleks.

Sementara, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dalam situs resmi mengkategorikan kabar soal pohon sengon menyebabkan listrik padam itu sebagai hoaks.

Menurut Kominfo, kabar ini mulanya ramai diperbincangkan di Twitter.

Kominfo kemudian mengutip keterangan Asisten Manajer Komunikasi PLN Jateng DIY, Aji Rahmad, bahwa hal tersebut tidak benar. (mts/vws)