Salah satu tujuannya adalah perencanaan bisnis dan pengelolaan keuangan yang baik.
Vice President Public Affairs Gojek Astrid Kusumawardhani mengatakan fokus mereka sejak pertama kali hadir adalah mengembangkan UMKM.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Program berjuluk Arisan Mapan itu mengajak ibu-ibu untuk memulai usaha melalui potensi komunitas sosial secara gotong royong. Selain menambah pengetahuan UMKM dalam memulai bisnis melalui teknologi, Arisan Mapan juga mendukung penghasilan tambahan bagi kaum perempuan.
Hal tersebut juga diakui Ketua Arisan Mapan Semarang Brena. Dia menyebut banyak manfaat yang bisa diraih melalui program tersebut. Keuntungan dari Arisan Mapan itu 100 persen bebas bunga.
"Banyak rancangan-rancangan pemberdayaan yang sudah kami siapkan baik dari segi teknologi maupun komunitas. Ibu-ibu bisa saling membantu sesama Muslimat NU untuk membuka usaha," ujarnya.
Digitalisasi untuk Pertumbuhan
Sementara itu, Ketua Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa mendukung inisiasi Gojek dengan Pengurus Pusat Muslimat NU dalam digitalisasi ekonomi. Menurutnya, konektivitas dan akses ke pasar menjadi masalah bagi pelaku UMKM
Dia menuturkan dengan digitalisasi dapat membantu UMKM lebih efektif sehingga bisa menyumbang pertumbuhan ekonomi.
"Semoga kita bisa mulai menjadi pelaku ekonomi digital dan tidak semata-mata terus menjadi konsumen yang dapat membangun produk andal dalam negeri agar Jawa Timur terlapisi oleh ekonomi kuat. Ini upaya kohesivitas kita sebagai organisasi," ujar Khofifah.
Gojek Wirausaha menyatakan pihaknya telah melatih lebih dari 14 ribu UMKM se-Indonesia di 16 kota di Indonesia melalui kolaborasi dengan 26 komunitas dan institusi pemerintah.
(asa)