Gojek Latih Ibu-Ibu NU Surabaya Jadi Pengusaha

Gojek, CNN Indonesia | Senin, 12/08/2019 18:01 WIB
Gojek Latih Ibu-Ibu NU Surabaya Jadi Pengusaha Gojek menggelar pelatihan bersama dengan Muslimat NU di Surabaya terkait dengan pengembangan UMKM di wilayah tersebut. (Foto: Gojek)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gojek menggelar pelatihan bersama dengan Muslimat NU di Surabaya terkait dengan pengembangan UMKM di wilayah tersebut.

Salah satu tujuannya adalah perencanaan bisnis dan pengelolaan keuangan yang baik.

Vice President Public Affairs Gojek Astrid Kusumawardhani mengatakan fokus mereka sejak pertama kali hadir adalah mengembangkan UMKM.


"Gojek Wirausaha secara khusus dikembangkan oleh Gojek untuk mengakselerasi UMKM supaya naik kelas. Berbeda dengan pelatihan lain, kurikulum Gojek Wirausaha dirancang secara khusus menjawab banyaknya tantangan yang dihadapi UMKM terutama dalam memulai bisnis lalu meningkatkan skala bisnisnya," ujar Astrid dalam keterangannya, Rabu (7/8).


Program berjuluk Arisan Mapan itu mengajak ibu-ibu untuk memulai usaha melalui potensi komunitas sosial secara gotong royong. Selain menambah pengetahuan UMKM dalam memulai bisnis melalui teknologi, Arisan Mapan juga mendukung penghasilan tambahan bagi kaum perempuan.

"Terutama Muslimat NU sebagai salah satu organisasi perempuan bidang sosial keagamaan dan kemasyarakatan terbesar di Indonesia," ujar Chief Marketing Officers Mapan Mahpudz Effendi.

Hal tersebut juga diakui Ketua Arisan Mapan Semarang Brena. Dia menyebut banyak manfaat yang bisa diraih melalui program tersebut. Keuntungan dari Arisan Mapan itu 100 persen bebas bunga.

"Banyak rancangan-rancangan pemberdayaan yang sudah kami siapkan baik dari segi teknologi maupun komunitas. Ibu-ibu bisa saling membantu sesama Muslimat NU untuk membuka usaha," ujarnya.


Digitalisasi untuk Pertumbuhan

Sementara itu, Ketua Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa mendukung inisiasi Gojek dengan Pengurus Pusat Muslimat NU dalam digitalisasi ekonomi. Menurutnya, konektivitas dan akses ke pasar menjadi masalah bagi pelaku UMKM

Dia menuturkan dengan digitalisasi dapat membantu UMKM lebih efektif sehingga bisa menyumbang pertumbuhan ekonomi.

"Semoga kita bisa mulai menjadi pelaku ekonomi digital dan tidak semata-mata terus menjadi konsumen yang dapat membangun produk andal dalam negeri agar Jawa Timur terlapisi oleh ekonomi kuat. Ini upaya kohesivitas kita sebagai organisasi," ujar Khofifah.

Gojek Wirausaha menyatakan pihaknya telah melatih lebih dari 14 ribu UMKM se-Indonesia di 16 kota di Indonesia melalui kolaborasi dengan 26 komunitas dan institusi pemerintah.

(asa)