Mengutip Reuters, Kamis (15/8), pelemahan harga juga dipicu oleh perlambatan ekonomi Jerman dan kenaikan stok minyak Amerika Serikat (AS) yang naik dalam dua pekan berturut-turut.
Harga minyak berjangka Brent turun 3 persen menjadi US$59,48 per barel. Kemudian, harga minyak AS West Texas Intermediate (WTI) merosot lebih tajam sebesar 3,3 persen menjadi US$55,23 per barel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Data dari China, potensi resesi yang muncul di Jerman, ini membuat kekhawatiran permintaan global. Hari ini kembali dalam ketakutan," kata Phil Flynn selaku Analis di Price Futures Group.
Ditambah, stok minyak mentah AS tumbuh 1,6 juta barel pekan lalu. Hal itu berbanding terbalik dengan ekspektasi analis yang turun 2,8 juta barel.
[Gambas:Video CNN] (aud/bir)