Rupiah Lesu Rp14.278 per Dolar AS Jelang Rilis Neraca Dagang

CNN Indonesia | Kamis, 15/08/2019 08:38 WIB
Rupiah Lesu Rp14.278 per Dolar AS Jelang Rilis Neraca Dagang Ilustrasi dolar AS. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah tercatat di posisi Rp14.278 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Kamis (15/8) pagi. Rupiah melemah 0,23 persen dibanding penutupan pada Rabu (14/8), yakni Rp14.235 per dolar AS.

Pagi hari ini, sebagian besar mata uang utama Asia menguat terhadap dolar AS. Peso Filipina menguat 0,01 persen, dolar Singapura menguat 0,04 persen, dan dolar Hong Kong menguat 0,1 persen. Sementara itu, yen Jepang melemah 0,04 persen dan won Korea Selatan melemah 0,37 persen.

Mata uang negara maju juga mengalami penguatan. Euro menguat 0,01 persen dan dolar Australia menguat 0,14 persen, namun poundsterling Inggris terlihat bergeming terhadap dolar AS.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim rupiah masih menerima dampak dari pernyataan Presiden AS Donald Trump yang akan menunda pengenaan tarif 10 persen bagi impor produk konsumsi China.

Namun, optimisme pelaku pasar nampaknya sudah memudar karena tidak ada solusi cepat untuk pertikaian perdagangan yang belakangan mengancam pertumbuhan ekonomi global.

Apalagi, ancaman resesi ekonomi sudah mulai terasa. Dikutip dari Reuters, imbal hasil surat berharga negara AS untuk tenor jangka panjang kini lebih kecil dibanding tenor jangka pendek. Kondisi yang umum disebut inverted yield curve ini menandakan bahwa pelaku pasar tidak begitu optimis dengan ekonomi AS di jangka panjang.

Kemudian, Ibrahim juga mengatakan pergerakan rupiah pagi ini juga berasal dari ekspektasi atas data neraca perdagangan Indonesia Juli. Pengumuman itu akan disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini pada pukul 11.00 WIB.

Beberapa analis memperkirakan neraca perdagangan pada bulan Juli akan defisit US$384,5 juta, di mana ekspor turun 11,59 persen secara tahunan (year on year). Sehingga, ini diperkirakan memutus tren surplus yang terjadi sejak Mei.

"Di hari ini, rupiah kemungkinan kembali melemah tipis imbas dari data dalam negeri yang kemungkinan jelek, sehingga rentang rupiah di transaksi hari ini ada di level Rp14.184 hingga Rp14.306 per dolar AS," ungkap Ibrahim.
[Gambas:Video CNN]


(glh/bir)