Jokowi Ingin Barang Lokal Dipajang di Mal Bagian Depan

CNN Indonesia | Kamis, 15/08/2019 19:40 WIB
Jokowi Ingin Barang Lokal Dipajang di Mal Bagian Depan Jokowi minta pengelola pusat memberikan tempat terdepan bagi produk lokal di tempat mereka.(CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para pemilik mal yang tergabung dalam Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) memberikan ruang terdepan bagi merek lokal di tempat mereka . Ruang tersebut diperlukan agar pasar Indonesia tidak dikuasai oleh merek asing, sehingga produk asli dalam negeri bisa laku.

Jokowi mengatakan saat ini pasar domestik sebenarnya memberikan ruang besar bagi para merek lokal. Maklum, Indonesia memiliki populasi penduduk mencapai 260 juta orang.

Meskipun besar menurutnya, pasar Indonesia saat ini justru banyak dibanjiri produk dan merek asing. Kondisi tersebut membuat masyarakat lebih memilih produk asing untuk kebutuhan mereka.


Kecenderungan tersebut tercermin dari nilai impor Indonesia yang sampai saat ini masih tinggi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai impor Indonesia telah mencapai US$97,68 miliar pada Januari-Juli 2019.

"Pasar kita (Indonesia) besar sekali, tapi jangan sampai dikuasai oleh merek luar, jangan sampai," ungkap Jokowi kala membuka acara Hari Belanja Diskon Indonesia 2019 yang digelar di Senayan City, Jakarta, pada Kamis (15/8).

Selain meminta ruang kepada Hippindo, Jokowi juga meminta pengusaha lokal untuk memperbaiki diri dan berinovasi supaya merek mereka bisa bersaing dengan asing.

Kendati tidak ingin pasar Indonesia dikuasai asing, namun kepala negara mengklaim pernyataannya ini tidak berarti bahwa negara ini menerapkan kebijakan proteksionisme. Kebijakan tersebut saat ini tengah diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump.

"Kami tidak mau proteksi, pasar kami terbuka, tapi ini musimnya perang dagang, mestinya ada strategi agar barang impor tidak membanjiri Indonesia. Pasar besar seperti ini kok dibiarkan kosong dan diisi orang lain? Jangan dong," katanya.

[Gambas:Video CNN]
Lebih lanjut ia memastikan ada banyak merek lokal yang berkualitas baik dan tak kalah bersaing dengan asing. Merek tersebut antara lain, JCO, Mustika Ratu, Sari Ayu, Wardah, Sari Ratu, dan lainnya.

Karena adanya daya saing , merek-merek tersebut bisa diakui di sejumlah negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura.
"Di sini ada Mayora? Itu produknya sudah mengisi 60 persen masuk ke Filipina, seperti Permen Kopiko, Kopi Torabika. Jadi kalau ada Sari Ratu, itu taruh di (bagian) depan (mal), JCO taruh di depan, jangan dibalik-balik," katanya.

Tak hanya meminta pemilik mal untuk memberikan akses ruang lebih besar kepada merek lokal, Jokowi juga meminta agar mal memberikan tarif sewa yang lebih rendah kepada merek lokal. Tujuannya, agar meningkatkan daya saing merek lokal.

Sebab, sepengetahuan Jokowi, Singapura, Hong Kong, dan Thailand memberlakukan biaya sewa yang lebih murah. "Tarif mal mereka sifatnya strategis dan itu dikuasai separuhnya, diisi dengan merek-merek kita (Indonesia)," tuturnya.

(uli/agt)