Vietnam Genjot Privatisasi 100 BUMN di Akhir 2020

CNN Indonesia | Sabtu, 17/08/2019 20:10 WIB
Vietnam Genjot Privatisasi 100 BUMN di Akhir 2020 Ilustrasi Vietnam. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Vietnam berencana mempercepat program privatisasi dengan menjual saham di hampir 100 BUMN pada akhir 2020. Program percepatan tersebut mereka sampaikan Kamis (15/8) lalu.

BUMN yang masuk ke dalam rencana program privatisasi  tersebut salah satunya adalah, Agribank. Agribank merupakan bank dengan aset terbesar di negara tersebut. Selama ini, mereka  dikenal dengan nama Bank Vietnam untuk untuk Pertanian dan Pembangunan.

Vietnam berencana melepas 35 persen kepemilikan mereka di bank tersebut. BUMN lain yang juga dimasukkan ke dalam program lain adalah Vietnam National Coal-Mineral Industries Holding Corp, BUMN penambang batubara terbesar di negara itu, dan di Vietnam Northern Food Corp. 


Vietnam menyatakan akan menjual hingga 50% saham di operator telekomunikasi seluler MobiFone, Telekomunikasi Vietnam dan Grup Kimia Nasional Vietnam.

Vietnam juga berencana untuk menjual hingga 100% saham mereka di Vietnam Paper Corp pada akhir tahun depan dan dua unit pembangkit listrik dari Vietnam Electricity Group.

Agribank sebelum pengumuman tersebut dibuat melaporkan bahwa mereka memiliki total aset hampir $ 56 miliar. Tahun ini mereka menargetkan bisa meraih laba sebelum pajak sebesar US$ 429 juta, naik 32,9% dari tahun lalu.

Program privatisasi tersebut merupakan lanjutan. Vietnam sebelumnya telah menjual saham di perusahaan-perusahaan negara dalam beberapa tahun terakhir.

Penjualan dilakukan untuk meningkatkan kinerja BUMN mereka. Penjualan juga dilakukan untuk mengisi kas pemerintah.

[Gambas:Video CNN]


(Reuters/agt)