Menurutnya, BUMN dan pengusaha lokal tak boleh hanya sekadar jadi tuan rumah di negeri sendiri. Mereka harus berani bermimpi besar.
Ia optimistis BUMN dan pengusaha lokal bisa melakukan itu semua. Saat ini Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia sudah mumpuni untuk meningkatkan jangkauan mereka ke kancah global.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hanya saja, sampai saat ini tidak seluruh BUMN mampu mengikuti jejak perusahaan tersebut. Mereka masih menghadapi banyak hambatan.
Pertama datang dari peraturan internasional. Halangan ini terjadi khususnya bagi empat BUMN yang bergerak di sektor perbankan untuk ekspansi di kawasan Asia Tenggara.
[Gambas:Video CNN]
"Jadi sebenarnya mereka harus siap dengan era Qualified ASEAN Bank (QAB) di 2020 dan memaksa mereka bisa bersaing dengan regional terutama dari Singapura dan Malaysia," jelas Toto kepada CNNIndonesia.com, Jumat (16/8).
Kedua, lanjut dia, adalah ketidakpahaman beberapa BUMN mengenai kontrak perjanjian internasional. Kendala tersebut membuat beberapa BUMN yang mengalami sengketa investasi dan menanggung kerugian saat go international.
Ketiga, beberapa BUMN terlena menjadi pemain utama di dalam negeri. Makanya, selalu ada keluhan mengenai dominasi BUMN di perekonomian nasional.
Keempat, menyangkut kecakapan pimpinan BUMN. Menurutnya, kapasitas dan kapabilitas pimpinan perusahaan pelat merah kurang memiliki pengalaman berbisnis dalam skala internasional.
Maka dari itu, perlu dilakukan penilaian secara khusus dalam menjaring direksi yang pantas menduduki jabatan teras BUMN. Adapun menurut dia, seleksi bisa dilakukan dengan mekanisme uji kelayakan dan kepatutan (Fit and Proper Test) yang dilaksanakan oleh tim independen.
"Cara seleksinya, the best candidate dari setiap BUMN dikirimkan ke Talent Pool di kementerian BUMN . Di Kementerian BUMN bisa menempatkan the best talent di setiap BUMN yang membutuhkan. Jadi ke depan, karir profesional pegawai BUMN bisa berputar dan bisa ditempatkan di BUMN manapun," tutur dia. (agt)