Kepala BKN Bima Haria Wibisana menyebut penggunaan komputer menjadi hal krusial pada seleksi CPNS lantaran tes dilakukan berbasis komputer (Computer Assisted Test/CAT). Hanya saja, biaya penyewaan komputer relatif mahal.
Merujuk pada anggaran tahun lalu, biaya penyewaan komputer mencapai Rp250 miliar, atau mengambil porsi 67,57 persen dari total anggaran seleksi CPNS yang sebesar Rp370 miliar. Kendati demikian, ia tak menyebut besaran anggaran seleksi CPNS tahun ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
badan manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) itu juga berencana meminjam komputer dari sekolah-sekolah yang dikelola dinas pendidikan pemerintah daerah. Hanya saja, koordinasi dengan pemda untuk menyewa komputer terbilang sulit. Namun, ia tak menjabarkan lebih rinci kesulitan yang dimaksud.
"Kami juga sudah meminta Pak Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi untuk mengadakan pertemuan dengan pemda, Kemendikbud, dan Kemenag. Kami akan menggunakan komputer semaksimal mungkin dari daerah sehingga tidak harus lagi sewa komputer," tutur dia.
Namun, sesuai rencana awalnya, akan ada 254.173 kursi yang tersedia di seleksi CPNS tahun ini, di mana angka itu sudah termasuk dengan 100 ribu posisi yang bisa diduduki Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
"Nanti untuk formasi lebih lengkap, Pak Menteri PAN RB masih meminta waktu dengan presiden agar bisa melakukan raoat terbatas mengenai hal tersebut," pungkas dia.
[Gambas:Video CNN] (glh/lav)