BKN Sebut Seleksi CPNS 2019 Bisa Hemat Anggaran Rp250 Miliar

CNN Indonesia | Senin, 19/08/2019 23:58 WIB
BKN Sebut Seleksi CPNS 2019 Bisa Hemat Anggaran Rp250 Miliar Peserta mengikuti ujian Tes Seleksi Kompetesi Dasar seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Kepegawaian Nasional (BKN) berharap anggaran penyelenggaraan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada 2019 bisa dihemat sebanyak Rp250 Miliar. Penghematan bisa diperoleh dengan menekan biaya sewa komputer.

Kepala BKN Bima Haria Wibisana menyebut penggunaan komputer menjadi hal krusial pada seleksi CPNS lantaran tes dilakukan berbasis komputer (Computer Assisted Test/CAT). Hanya saja, biaya penyewaan komputer relatif mahal.

Merujuk pada anggaran tahun lalu, biaya penyewaan komputer mencapai Rp250 miliar, atau mengambil porsi 67,57 persen dari total anggaran seleksi CPNS yang sebesar Rp370 miliar. Kendati demikian, ia tak menyebut besaran anggaran seleksi CPNS tahun ini.


"Kami harap kerja sama dengan semua pihak bisa dilakukan saat tes CPNS 2019 nanti dimulai,"papar Bima, Senin (19/8).

Bima menyebut tes seleksi CPNS tahun ini akan memanfaatkan komputer di beberapa sekolah dan madrasah yang biasanya digunakan untuk Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Oleh karena itu, BKN berdiskusi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Agama agar komputer-komputer tersebut bisa digunakan untuk tes CPNS.

"Tahun lalu kami sewa komputer untuk tes, tapi kami anggap itu mahal. Jadi kami berkolaborasi dengan Kemendikbud dan Kemenag agar kami tak perlu menyewa komputer lagi, sehingga penyelenggaraan tes CPNS ini akan jadi hemat biayanya. Kalau mengacu ke tahun lalu, mungkin (penghematannya) bisa mencapai Rp250 miliar," jelas Bima.

badan manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) itu juga berencana meminjam komputer dari sekolah-sekolah yang dikelola dinas pendidikan pemerintah daerah. Hanya saja, koordinasi dengan pemda untuk menyewa komputer terbilang sulit. Namun, ia tak menjabarkan lebih rinci kesulitan yang dimaksud.

"Kami juga sudah meminta Pak Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi untuk mengadakan pertemuan dengan pemda, Kemendikbud, dan Kemenag. Kami akan menggunakan komputer semaksimal mungkin dari daerah sehingga tidak harus lagi sewa komputer," tutur dia.

Bima juga berharap seleksi CPNS bisa dilakukan sesuai rencana awal yakni Oktober mendatang. Namun, sampai saat ini, ia belum bisa menjelaskan jumlah posisi yang dibuka lantaran beberapa kementerian dan lembaga belum menyerahkan formasi yang bisa dilamar.

Namun, sesuai rencana awalnya, akan ada 254.173 kursi yang tersedia di seleksi CPNS tahun ini, di mana angka itu sudah termasuk dengan 100 ribu posisi yang bisa diduduki Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

"Nanti untuk formasi lebih lengkap, Pak Menteri PAN RB masih meminta waktu dengan presiden agar bisa melakukan raoat terbatas mengenai hal tersebut," pungkas dia.

[Gambas:Video CNN] (glh/lav)