Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyatakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Surabaya terbilang kecil, yakni hanya Rp9,5 triliun. Angkanya jauh dari anggaran ibu kota DKI Jakarta yang mencapai Rp80,9 triliun.
"Dana kami kan kecil, kami tidak ada dana khusus riset. Dana (APBD) kami difokuskan untuk merealisasikan hal-hal untuk kebutuhan masyarakat secara langsung," ujar Risma, Rabu (31/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Misalnya saya ambil dari perguruan tinggi, atau saya lihat di majalah. Lalu saya ingin ketemu dengan peneliti ini minta tolong hubungkan," jelas Risma.
Risma mengaku tak selamanya ia menerima mentah-mentah hasil riset dari sejumlah pihak. Terkadang dia juga membawa isu tertentu untuk dijadikan bahan diskusi.
"Saya juga kerja sama dengan seluruh perguruan tinggi," imbuh Risma.
Dalam kerja sama itu, Risma menyebut akan menggelontorkan uang untuk kebutuhan riset dari kantong dana operasional yang biasanya diberikan oleh pemerintah pusat kepada setiap kepala daerah. Namun, ia tak menyebut secara rinci jumlah dana yang dikeluarkan dari dana operasional tersebut.
"Jadi memang tidak ada dana khusus untuk riset tapi ada dana operasional kepala daerah, kalau butuh saya keluarkan dana operasional itu," jelasnya.