Andalkan Universitas, Pemkot Surabaya Tak Punya Dana Riset

CNN Indonesia | Rabu, 31/07/2019 15:53 WIB
Andalkan Universitas, Pemkot Surabaya Tak Punya Dana Riset Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. (Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengaku tak memiliki anggaran khusus riset untuk mengembangkan pembangunan kawasan. Selama ini, pemkot hanya mengandalkan penelitian yang dilakukan oleh sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyatakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Surabaya terbilang kecil, yakni hanya Rp9,5 triliun. Angkanya jauh dari anggaran ibu kota DKI Jakarta yang mencapai Rp80,9 triliun.

"Dana kami kan kecil, kami tidak ada dana khusus riset. Dana (APBD) kami difokuskan untuk merealisasikan hal-hal untuk kebutuhan masyarakat secara langsung," ujar Risma, Rabu (31/7).


Risma mengatakan Pemkot biasanya akan mencari dan membaca dari penelitian yang sudah ada di sejumlah lembaga yang mengadakan riset, termasuk universitas di dalam negeri. Jika ia tertarik dan penasaran dengan hasil penelitian salah satu pihak, Risma akan meminta stafnya mengundang penanggungjawab dari penelitian itu untuk berdiskusi.


"Misalnya saya ambil dari perguruan tinggi, atau saya lihat di majalah. Lalu saya ingin ketemu dengan peneliti ini minta tolong hubungkan," jelas Risma.

Saat berdiskusi. Risma biasanya akan bertanya tentang segala hal yang membuatnya penasaran dengan hasil riset tersebut dan meminta pendapat penanggungjawab peneliti apakah bisa diterapkan di Surabaya. Nantinya, ia akan melakukan kolaborasi jika merasa cocok dengan sang peneliti.

Risma mengaku tak selamanya ia menerima mentah-mentah hasil riset dari sejumlah pihak. Terkadang dia juga membawa isu tertentu untuk dijadikan bahan diskusi.


"Saya juga kerja sama dengan seluruh perguruan tinggi," imbuh Risma.

Dalam kerja sama itu, Risma menyebut akan menggelontorkan uang untuk kebutuhan riset dari kantong dana operasional yang biasanya diberikan oleh pemerintah pusat kepada setiap kepala daerah. Namun, ia tak menyebut secara rinci jumlah dana yang dikeluarkan dari dana operasional tersebut.

"Jadi memang tidak ada dana khusus untuk riset tapi ada dana operasional kepala daerah, kalau butuh saya keluarkan dana operasional itu," jelasnya.

(aud/lav)