Terancam Resesi, AS Pertimbangkan Pangkas Pajak Pekerja

CNN Indonesia | Selasa, 20/08/2019 12:21 WIB
Terancam Resesi, AS Pertimbangkan Pangkas Pajak Pekerja Ilustrasi Gedung Putih. (REUTERS/Joshua Roberts)
Jakarta, CNN Indonesia -- Amerika Serikat (AS) sedang mempertimbangkan mengeluarkan paket kebijakan ekonomi untuk mencegah resesi ekonomi.

Media di AS melaporkan meskipun Presiden Donald Trump bersikeras ekonomi dalam kondisi sehat, pejabat senior Gedung Putih menyatakan bahwa pemerintah sedang mempertimbangkan beberapa langkah untuk merangsang agar ekonomi tidak jatuh ke dalam resesi.

Salah satu kebijakan yang saat ini dipikirkan adalah,  memotong pajak gaji untuk meningkatkan pendapatan bulanan para pekerja, Selain kebijakan tersebut, ada rencana bahwa mereka akan  mempertimbangkan  untuk mengurungkan niat mengenakan tarif baru pada barang-barang Cina.


Namun dikutip dari AFP, diskusi mengenai rencana tersebut masih dalam tahap awal. Para pejabat di AS belum mengemukakan gagasan itu kepada Trump; orang yang harus meminta persetujuan dari Kongres.  Pejabat Gedung Putih malah membantah laporan  atau rencana tersebut.


Mereka menyatakan, "memotong pajak gaji bukan sesuatu yang dipertimbangkan saat ini."

Trump mendorong kembali terjadinya pembicaraan tentang resesi yang membayangi ekonomi AS. Dorongan diberikan setelah serangkaian laporan data AS menunjukkan sinyal beragam atas kondisi ekonomi Negeri Paman Sam.

"Saya siap untuk segalanya. Saya tidak berpikir kami mengalami resesi. Kami melakukannya dengan sangat baik," kata Trump seperti dikutip dari  AFP, Selasa (20/8).

"Dan sebagian besar ekonom benar-benar mengatakan bahwa kita tidak akan mengalami resesi." tambahnya.

Sebuah survei yang dirilis pekan ini menunjukkan bahwa mayoritas ekonom memperkirakan ekonomi AS akan mengalami resesi. Dari 226 responden yang disurvei, 34 persen di antaranya mengatakan resesi akan terjadi pada 2021.

Sementara itu, 38 persen lainnya memperkirakan resesi akan terjadi pada 2020. Hanya dua persen responden yang mengatakan resesi akan terjadi pada 2019 ini.
(AFP/agt)