BI Belum Tahu Rencana WhatsApp Buka Pembayaran Elektronik

CNN Indonesia | Selasa, 20/08/2019 17:10 WIB
BI Belum Tahu Rencana WhatsApp Buka Pembayaran Elektronik Logo Bank Indonesia. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Bank Indonesia (BI) mengaku belum mengetahui rencana perusahaan aplikasi pesan WhatsApp yang akan menyediakan layanan pembayaran elektronik (mobile payment) di Indonesia.

"Saya juga belum tahu infonya. Belum ada kok. Kami belum pernah ada perizinan WhatsApp. Belum ada," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko kepada CNNIndonesia.com, Selasa (20/8).

Layanan pesan milik Facebook Inc itu disebut-sebut sedang berdiskusi dengan beberapa perusahaan pembayaran digital di Indonesia untuk menawarkan layanan transaksi mobile payment.


Menurut sumber yang dikutip dari Reuters, hal itu dilakukan sebagai upaya untuk memanfaatkan kinerja sektor perdagangan elektronik (e-commerce) yang tumbuh melesat saat ini.

Indonesia berpotensi menjadi negara kedua di dunia yang menggunakan layanan mobile payment WhatsApp.

Seperti diketahui, Indonesia merupakan negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan memiliki lebih dari 260 juta jiwa. Terbukti, Indonesia menjadi salah satu dari lima pasar teratas dunia untuk WhatsApp, dengan lebih dari 100 juta pengguna.

WhatsApp dikabarkan akan berfungsi sebagai platform yang mendukung pembayaran melalui dompet digital lokal, karena peraturan perizinan yang ketat.

Nantinya, model layanan di Indonesia dapat menjadi acuan bagi WhatsApp untuk diadopsi di pasar negara berkembang lain. Hal itu dilakukan untuk menyiasati peraturan tentang pemain asing yang menciptakan dompet digital.

Sebelumnya, aplikasi itu juga menunggu persetujuan regulator India, pasar pengguna terbesar di dunia.

Di India, layanan tertunda beroperasi karena aturan terkendala masalah penyimpanan data lokal. Di Negeri Tajmahal, WhatsApp berencana menawarkan layanan pembayaran peer-to-peer secara langsung.

[Gambas:Video CNN] (sfr/lav)