Perkembangan Perang Dagang Dorong Minyak ke US$60 per Barel

CNN Indonesia | Rabu, 21/08/2019 07:32 WIB
Perkembangan Perang Dagang Dorong Minyak ke US$60 per Barel Ilustrasi. (REUTERS/Edgar Su)
Jakarta, CNN Indonesia -- Harga minyak kembali menguat pada Selasa (20/8). Optimisme pasar bahwa ketegangan dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China akan mereda menopang pergerakan  minyak.

Mengutip Reuters, penguatan juga dipicu harapan pasar bahwa sejumlah negara akan mengambil langkah-langkah untuk menangkal potensi perlambatan ekonomi dalam waktu mendatang.

Harga minyak berjangka Brent naik 0,5 persen atau 29 sen menjadi US$60,03 per barel. Kemudian, minyak AS meningkat 13 sen menjadi US$56,34 per barel.


"Penurunan tensi perang dagang AS-China dan beberapa stimulus pendorong ekonomi membuat pasar lebih optimis," ucap Mitra Again Capital John Kilduff, dikutip Rabu (21/8).

Sebelumnya, kekhawatiran pasar terhadap permintaan telah membuat harga minyak melorot beberapa waktu terakhir.

Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) menurunkan prediksi pertumbuhan permintaan global pada 2019 sebesar 40 ribu barel per hari menjadi 1,1 juta barel per hari, sehingga minyak akan surplus pada 2020.

Sementara itu, pasar juga mengamati ketegangan di Timur Tengah. Sebab, pada Juli 2019 lalu kapal tanker milik Iran direbut oleh Inggris.

Namun, Pemerintah Ekstrateritorial Inggris di Gibraltar telah melepaskan kapal tanker tersebut. Hal ini juga menjadi perhatian pemerintah AS. 

[Gambas:Video CNN] (aud/agt)