Meski Sempat Lesu, Perusahaan Pembiayaan Yakin Bisnis Tumbuh

CNN Indonesia | Rabu, 21/08/2019 10:02 WIB
Meski Sempat Lesu, Perusahaan Pembiayaan Yakin Bisnis Tumbuh Ketua Umum APPI Suwandi Wiratno menyatakan asosiasinya tak akan merevisi target pertumbuhan pembiayaan di 2019 karena yakin akan tetap positif. (CNN Indonesia/Safyra Primadhyta)
Jakarta, CNN Indonesia -- Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) meyakini bisnis multifinance akan bangkit pada paruh kedua 2019. Atas keyakinan tersebut, APPI tak merevisi target pertumbuhan pembiayaan di 2019.

Ketua Umum APPI Suwandi Wiratno mengatakan target pertumbuhan pembiayaan tetap dipatok sebesar 6-7 persen hingga akhir tahun.

"Kami masih berjuang, belum kami revisi. Angka (pertumbuhan pembiayaan) 4,28 persen (di semester I 2019) untuk mencapai 6-7 persen tidak terlalu sulit. Tetapi bergantung lagi industri lain, karena kami sangat tergantung dengan industri lainnya, kalau mereka tumbuh kami bisa tumbuh," katanya, Selasa (20/8).


Meski optimis, ia tidak menampik jika kinerja multifinance cukup lesu semester I 2019. Pasalnya, Industri pembiayaan hanya mampu mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,28 persen dari Rp427,32 triliun pada periode yang sama tahun lalu menjadi sebesar Rp445,64 triliun hingga Juni 2019.

Ia menuturkan penurunan pertumbuhan pembiayaan dipicu lesunya penjualan mobil. Gaikindo mencatat penjualan mobil turun 14,72 persen dari 494.931 unit menjadi 422.038 pada Mei 2019.

"Apakah karena faktor adanya Pemilu dan Pilpres 2019, kami juga tidak tahu, yang pasti pertumbuhan ini melambat karena daya beli yang turun," ujarnya.

Pada sisa tahun ini, lanjutnya, ia menggantungkan harapan pada pertumbuhan investasi. Pasalnya, investasi mampu membuka lapangan kerja baru sehingga dapat menggerakkan ekonomi. Ujungnya adalah konsumsi masyarakat meningkat.

Peningkatan konsumsi masyarakat ini diharapkan berdampak pada peningkatan penjualan kendaraan bermotor yang menopang 63 persen bisnis multifinance.

[Gambas:Video CNN]
Ia mengaku maklum jika investor cenderung menunggu dan mencermati selama semester I 2019 di tengah gelaran pesta demokrasi. Namun, seiring berakhirnya Pemilu dan Pilpres 2019 diharapkan investasi kembali bergeliat.

"Harapan kami tentunya bahwa pertumbuhan akan pembiayaan roda dua dan empat ini yang merupakan portofolio paling besar di industri ini naik. Kalau ini naik otomatis target pertumbuhan 6-7 persen bisa tercapai," tuturnya.

Sejalan dengan pertumbuhan pembiayaan, ia meyakini industri mampu menjaga rasio pembiayaan macet (Nonperforming Finance/NPF). Pada semester I 2019, NPF industri multifinance berhasil membaik menjadi 2,82 persen dari sebelumnya di posisi 3,15 persen.

"NPF akhir tahun kami yakin membaik, tapi tidak jauh dari angka sekarang," katanya.

Dari total pembiayaan di semeter I 2019, industri multifinance mengucurkan pembiayaan investasi sebesar Rp135,25 triliun. Lalu, pembiayaan modal kerja Rp24,44 triliun, dan pembiayaan multiguna Rp268,66 triliun.

Sementera itu, pembiayaan syariah menjadi satu-satuya bisnis multifinance yang tercatat turun sebesar 28,1 persen dari Rp23,88 triliun menjadi Rp17,15 triliun per Juni 2019. (ulf/agt)