Ketua Umum APPI Suwandi Wiratno mengatakan target pertumbuhan pembiayaan tetap dipatok sebesar 6-7 persen hingga akhir tahun.
"Kami masih berjuang, belum kami revisi. Angka (pertumbuhan pembiayaan) 4,28 persen (di semester I 2019) untuk mencapai 6-7 persen tidak terlalu sulit. Tetapi bergantung lagi industri lain, karena kami sangat tergantung dengan industri lainnya, kalau mereka tumbuh kami bisa tumbuh," katanya, Selasa (20/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Bisnis Multifinance Semester I Mandek |
Pada sisa tahun ini, lanjutnya, ia menggantungkan harapan pada pertumbuhan investasi. Pasalnya, investasi mampu membuka lapangan kerja baru sehingga dapat menggerakkan ekonomi. Ujungnya adalah konsumsi masyarakat meningkat.
Peningkatan konsumsi masyarakat ini diharapkan berdampak pada peningkatan penjualan kendaraan bermotor yang menopang 63 persen bisnis multifinance.
[Gambas:Video CNN]
Ia mengaku maklum jika investor cenderung menunggu dan mencermati selama semester I 2019 di tengah gelaran pesta demokrasi. Namun, seiring berakhirnya Pemilu dan Pilpres 2019 diharapkan investasi kembali bergeliat.
"Harapan kami tentunya bahwa pertumbuhan akan pembiayaan roda dua dan empat ini yang merupakan portofolio paling besar di industri ini naik. Kalau ini naik otomatis target pertumbuhan 6-7 persen bisa tercapai," tuturnya.
Sejalan dengan pertumbuhan pembiayaan, ia meyakini industri mampu menjaga rasio pembiayaan macet (Nonperforming Finance/NPF). Pada semester I 2019, NPF industri multifinance berhasil membaik menjadi 2,82 persen dari sebelumnya di posisi 3,15 persen.
"NPF akhir tahun kami yakin membaik, tapi tidak jauh dari angka sekarang," katanya.
Sementera itu, pembiayaan syariah menjadi satu-satuya bisnis multifinance yang tercatat turun sebesar 28,1 persen dari Rp23,88 triliun menjadi Rp17,15 triliun per Juni 2019. (ulf/agt)