FOTO: Gangguan Ekonomi Akibat Aksi Demo di Hong Kong

REUTERS, CNN Indonesia | Rabu, 21/08/2019 18:52 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Unjuk rasa menentang pembahasan RUU Ekstradisi di Hongkong selama 11 pekan ini telah mengakibatkan ekonomi di wilayah bekas jajahan Inggris itu terganggu.

Aksi demonstrasi yang dilakukan sekitar 1,7 juta massa anti pemerintah telah mengganggu perekonomian Hong Kong selama hampir 11 pekan terakhir. (REUTERS/Ann Wang)
Unjuk rasa dalam rangka menentang Rancangan UU Ekstradisi tersebut membuat distrik sentral Hong Kong macet dan mengakibatkan mal serta toko ritel tutup. (REUTERS/Kim Hong-Ji)
Akibat masalah tersebut, Hong Kong mengalami krisis politik terparahnya dalam lebih dari 20 tahun terakhir. Krisis politik mulai berdampak pada perekonomian mereka dan bahkan mulai mengguncang kepercayaan investor internasional. (REUTERS/Willy Kurniawan)
Unjuk rasa besar-besaran tersebut telah mempengaruhi pasar saham lokal Hongkong sehingga mengakibatkan Indeks Hang Seng Hong Kong turun. (REUTERS/Thomas Peter)
Investor dan pebisnis khawatir unjuk rasa yang muncul karena protes tersebut dapat mempengaruhi ekonomi dan membebani saham sektor properti. Mereka juga khawatir, unjuk rasa berdampak pada pusat perbelanjaan dan pengecer. (REUTERS/Thomas Peter)
Untuk mencegah agar ekonomi tidak terganggu akibat unjuk rasa tersebut, pemerintah Hong Kong mengumumkan akan menggelontorkan paket kebijakan bernilai HK$ 19,1 miliar atau US$2,4 miliar. (REUTERS/Thomas Peter)
Krisis politik terjadi di Hong Kong selama dua bulan belakangan ini. Krisis dipicu oleh pembahasan Rancangan Undang-undang Ekstradisi. (REUTERS/Willy Kurniawan)
Pembahasan tersebut memicu protes dari warga Hong Kong. (REUTERS/Willy Kurniawan)
Mereka menganggap RUU Esktradisi yang saat ini tengah dibahas berpotensi mengancam demokrasi dan hukum di wilayah bekas jajahan Inggris tersebut. (REUTERS/Willy Kurniawan)
Pasalnya, undang-undang tersebut memungkinkan tahanan Hong Kong termasuk warga negara asing diesktradisi ke China. (REUTERS/Willy Kurniawan)