Mengutip Reuters, harga minyak berjangka Brent naik 27 sen menjadi US$60,3 per barel. Namun, angka itu sebenarnya sudah turun dari posisi tertingginya dalam perdagangan kemarin di level US$61,41 per barel.
Stok minyak mentah AS USOILC=ECI turun sampai 2,7 barel. Jumlahnya lebih besar dari perkiraan analis yang hanya 1,9 juta barel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, ketidakpastian ekonomi global di tengah perang dagang AS dan China juga masih membebani pergerakan harga minyak.
"Minyak terlihat stagnan, harga yang beberapa hari naik sebenarnya tidak menghilangkan kekhawatiran risiko resesi ekonomi yang bisa membuat harga minyak jatuh lagi," ucap Kepala Strategi Komoditas Saxo Bank Ole Hansen, dikutip Kamis (22/8).
Kenaikan terdorong optimisme pasar bahwa ketegangan dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China akan mereda. Mereka yakin kondisi tersebut akan mengangkat harga minyak.
[Gambas:Video CNN] (aud/agt)