Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim, tahun lalu, perekonomian provinsi yang dengan ibu kota Samarinda ini hanya tumbuh 2,67 persen secara tahunan atau lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional yang mencapai 5,17 persen.
Pada 2017, perekonomian Kaltim juga hanya melaju 3,13 persen, di bawah pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,07 persen. Bahkan, pada 2015-2016, pertumbuhan ekonomi Kaltim tercatat negatif. Pada 2015, ekonomi Kaltim menciut 1,2 persen dan 2016 turun 0,38 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain pertambangan, sektor yang memberikan kontribusi cukup besar terhadap perekonomian Kaltim adalah sektor industri. Saat ini, Kaltim tengah mengembangkan 8 kawasan industri. Salah satunya, Kawasan Industri Kariangau di Balikpapan. Tahun lalu, porsi sektor industri mencapai 18,27 persen namun cuma bisa tumbuh 0,52 persen.
Setelah itu, sektor konstruksi dan pertanian mengekor dengan porsi 8,5 persen dan 7,88 persen. Adapun sisanya tersebar di berbagai sektor mulai dari perdagangan, transportasi dan pergudangan, hingga pengadaan air.
[Gambas:Video CNN]
Potret tersebut tak berubah hingga kuartal II 2019 di mana ekonomi Kaltim tumbuh 5,43 persen secara tahunan.
Dalam hal ini, kontribusi sektor pertambangan terhadap perekonomian masih yang terbesar yaitu mencapai 46 persen. Setelah itu sektor industri dan konstruksi masing-masing berkontribusi sebesar 17,69 persen dan 8,46 persen.