Hal ini terungkap dari pernyataan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman usai rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, pada Jumat (23/8). Berdasarkan data kementerian, jumlah petani yang sudah benar-benar memakai Kartu Tani baru sebesar 520 ribu.
Padahal, jumlah Kartu Tani yang sudah didistribusikan ke kalangan petani sudah mencapai empat sampai lima juta. Sementara target distribusi sampai akhir tahun mencapai 10 juta keping kartu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Akses Keuangan Tak Cuma Soal Bagi-bagi Kartu |
Kedua, akses sinyal dan kelancaran sistem turut menjadi kendala. Maklum saja, dengan lokasi yang sulit terjangkau, ini membuat petani yang sudah mendapatkan kartu pun sulit melakukan transaksi.
Untuk itu, Amran mengatakan pemerintah akan segera mencari solusi agar pemanfaatan kartu yang masih minim bisa meningkat. Begitu pula dengan distribusi kartu ke petani-petani di seluruh Tanah Air.
Menurutnya, pemerintah setidaknya menargetkan dulu pengoptimalan penggunaan dan distribusi kartu di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Hal ini lantaran populasi petani di tiga provinsi itu setara dengan 70 persen dari target distribusi.
[Gambas:Video CNN]
Di sisi lain, sambungnya, pemerintah akan membentuk tim guna mencari solusi jangka panjang dari masalah ini. Tim tersebut, katanya, berisi perwakilan dari masing-masing kementerian/lembaga dan ditargetkan mulai pekan depan.
"Pokoknya yang terpenting adalah distribusi pupuk tepat sasaran dan waktunya efisien, ditambah lagi bisa untuk pinjam KUR dan lainnya," pungkasnya. (uli/lav)