Sekadar gambaran, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengusulkan kenaikan iuran kelas mandiri I dari Rp80 ribu menjadi Rp160 ribu per orang per bulan. Untuk peserta kelas mandiri II dinaikkan dari Rp59 ribu per bulan menjadi Rp110 ribu. Sementara, peserta kelas mandiri III dinaikkan dari Rp25.500 per bulan menjadi Rp42 ribu.
Syakir (23 tahun), salah satunya. Ia mengaku keberatan dengan usulan iuran baru tersebut. Pasalnya, karyawan swasta ini juga menanggung pembayaran iuran BPJS Kesehatan untuk kedua orang tuanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Sri Mulyani memang memutuskan menambah tunjangan cuti tahunan bagi anggota dewan pengawas dan dewan direksi sebanyak satu kali dan paling banyak dua kali dari nilai gaji dan upah.
Menurut Syakir, saat ini masih ada beberapa rumah sakit yang menolak pasien berkartu BPJS Kesehatan. Karenanya, kalau pun iuran terpaksa naik, ia mendesak pemerintah melakukan perbaikan pelayanan.
"Keberatan lah, bayangkan kalau satu keluarga lima orang jadi peserta kelas mandiri I semua, setengah juta lebih buat bayar BPJS Kesehatan," tegas dia.
Deka yang juga peserta kelas mandiri II, menyatakan tak menyoal kenaikan iuran peserta, asalkan masih batas wajar. Ia mengaku maklum jika pemerintah berencana mengerek naik iuran lantaran BPJS Kesehatan mengalami defisit menahun.
"Kalau naik paling Rp10 ribu setiap kelas, kalau kelas mandiri I bisa Rp100 ribu paling maksimal," tutur dia.
Di samping, ia meminta peningkatan layanan kepada para peserta. "Saya pernah berobat ke dokter, lalu dokternya menyarankan untuk menggunakan bukan obat BPJS Kesehatan. Katanya kalau bisa obatnya beli sendiri karena katanya kurang bagus," imbuhnya.
Sebelumnya, Sri Mulyani mengusulkan kenaikan iuran baru berlaku mulai 1 Januari 2020 mendatang jika mendapatkan restu dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Kenaikan iuran ini akan membuat kinerja keuangan BPJS Kesehatan semakin sehat.
"Nah surplus itu bisa menutup defisit pada 2019. Pada tahun ini prediksi defisitnya Rp14 triliun. Sudah ditutup pun masih surplus," pungkasnya.
[Gambas:Video CNN] (ulf/bir)