Sinyal Negosiasi Dagang AS-China Angkat Rupiah ke Rp14.238

CNN Indonesia | Kamis, 29/08/2019 16:42 WIB
Sinyal Negosiasi Dagang AS-China Angkat Rupiah ke Rp14.238 Ilustrasi dolar AS. (Andrew Pons via StockSnap).
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah tercatat di posisi Rp14.238 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Kamis (29/8) sore. Rupiah menguat 0,15 persen dibanding penutupan pada Rabu (28/8) sore, yakni Rp14.258 per dolar AS.

Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.254 per dolar AS atau melemah dibanding kemarin yakni Rp14.263 per dolar AS. Pada hari ini, rupiah berada dalam rentang Rp14.237 hingga Rp14.262 per dolar AS.

Sore hari ini, mayoritas mata uang utama Asia menguat terhadap dolar AS. Dolar Hong Kong menguat 0,01 persen, dolar Singapura menguat 0,04 persen, baht Thailand menguat 0,1 persen, yuan China menguat 0,23 persen, dan peso Filipina menguat 0,29 persen.


Di sisi lain, terdapat mata uang utama Asia yang melemah seperti rupee India sebesar 0,03 persen, yen Jepang sebesar 0,11 persen, ringgit Malaysia sebesar 0,13 persen, dan Won Korea Selatan sebesar 0,21 persen.

Mata uang negara maju seperti euro menguat 0,01 persen terhadap dolar AS dan dolar Australia menguat 0,09 persen, sementara poundsterling Inggris melemah 0,15 persen.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan perang dagang antara AS dan China menjadi sentimen pergerakan rupiah di hari ini.

Menteri Keuangan Steven Mnuchin menyebut pejabat perdagangan AS berharap negosiator China mau bertandang ke Washington DC untuk melakukan negosiasi. Sementara itu, juru bicara Kementerian Perdagangan China Gao Feng mengonfirmasi akan ada pembicaraan tatap muka dengan AS terkait perundingan dagang pada September nanti.

"Ia (Mnuchin) juga telah mengontak Gubernur Bank Rakyat China Yi Gang untuk meminta penjelasan terkait dugaan manipulasi yuan," terang Ibrahim, Kamis (29/8).

Meski demikian, rupiah juga terkena sentimen negatif dari Inggris setelah Perdana Menteri Boris Johnson menskors parlemen selama lima minggu dan akan kembali dibuka 14 Oktober mendatang.

"Langkah ini dipandang sebagai taktik mencegah anggota parlemen Inggris yang membatasi perdebatan terkait keluarnya Inggris dari Uni Eropa tanpa kompensasi apapun (no-deal Brexit)," jelas dia.

[Gambas:Video CNN] (glh/bir)