Agus Marto Ramal Ekonomi Jokowi Jilid Dua Capai 5,5 Persen

CNN Indonesia | Selasa, 03/09/2019 10:15 WIB
Agus Marto Ramal Ekonomi Jokowi Jilid Dua Capai 5,5 Persen Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo. (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo memperkirakan rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam lima tahun ke depan berkisar 5,5 persen. Dengan catatan, pemerintah mampu menyelesaikan tantangan ekonomi domestik yang dinilainya kompleksnya.

Hal itu disampaikannya dalam buku biografi berjudul Agus Martowardojo Sang Pembawa Perubahan yang diluncurkan pada hari ini, Senin (2/9).

"Lima tahun berikutnya, (ekonomi) bisa tumbuh hingga enam persen. Pertumbuhan ekonomi tujuh persen masih sulit karena faktor eksternal," ujarnya dalam petikan wawancara di buku biografinya.


Menurut pria yang juga pernah menjabat sebagai menteri keuangan ini, pertumbuhan ekonomi di kisaran 5 persen sudah cukup tinggi di tengah pengaruh eksternal dan internal yang menghadang.


Dari sisi internal, Indonesia masih harus menghadapi daya saing dan tingkat produktivitas yang rendah. Kemudian, ruang fiskal juga terbatas karena penerimaan negara dari sektor pajak dan nonpajak masih rendah.

"Kita (Indonesia) menghadapi kapasitas dan kapabilitas industri yang masih terbatas, baik untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor. Kedalaman pasar keuangan serta konsolidasi korporasi turut menjadi faktor yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi kita.

Sementara, faktor eksternal terutama dipicu kondisi global yang belum pulih sepenuhnya sejak resesi dunia 2008.

Kondisi Global

Pada awal 2000-an, pertumbuhan ekonomi dunia bisa mencapai 6 persen. Namun, dalam beberapa tahun terakhir hanya mampu tumbuh berkisar 3 persen. Bahkan, ke depan, pertumbuhan ekonomi global diperkirakan tidak akan bisa setinggi 2000-an awal karena usia penduduk yang menua di negara maju.

"Hal itu berdampak pada lesunya aktivitas perdagangan dunia, yang berimbas pada menurunnya harga komoditas yang menjadi andalan Indonesia," jelasnya.

Selain itu, sambung ia, kebijakan bank sentral Amerika Serikat (The Fed) menaikkan tingkat suku bunga acuannya juga memicu gejolak di pasar keuangan global.


Untuk mempercepat laju perekonomian, Agus menilai Pemerintah perlu memberikan perhatian yang tinggi kepada pembangunan modal manusia, perbaikan institusi, dan penyerapan teknologi. Kemudian, perbaikan infrastruktur yang sudah berjalan juga perlu terus dikawal.

Sebagai informasi, buku biografi Agus merupakan buku ke-15 dari seri Begawanship yang diluncurkan BI Institute pada hari ini, Senin (2/9). Buku tersebut berisi catatan mengenai perjalanan Agus sebagai bankir, menteri keuangan, dan gubernur BI. (sfr/asa)