Jokowi Tagih Menteri soal Realisasi Peta Jalan Industri 4.0

CNN Indonesia | Selasa, 03/09/2019 16:14 WIB
Jokowi Tagih Menteri soal Realisasi Peta Jalan Industri 4.0 Presiden Joko Widodo dan para menteri Kabinet Kerja. (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf).
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menagih hasil implementasi peta jalan (road map) perkembangan industri 4.0 kepada para menteri Kabinet Kerja yang terkait. Khususnya dampak terhadap peningkatan ekonomi Indonesia di tengah tekanan ekonomi global dan revolusi industri.

"Ini telah diluncurkan dulu April 2018 dan pada rapat terbatas ini, saya ingin mendengar laporan implementasinya dan diperlukan sebagai langkah-langkah menghadapi perubahan global yang sangat cepat," ujar Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/9).

Jokowi mengatakan implementasi peta jalan industri 4.0 perlu benar-benar dijalankan agar sektor industri nasional kian berkembang dan kuat serta memberi hasil yang positif bagi perekonomian Tanah Air. Khususnya bagi pertumbuhan industri, ekspor, dan investasi yang menjadi fokus pemerintah dalam mendongrak laju perekonomian.


Tak ketinggalan, mantan gubernur DKI Jakarta itu ingin implementasi peta jalan industri 4.0 bisa meningkatkan penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat. Jokowi berharap setidaknya ada penciptaan 10 juta lapangan pekerjaan dari industri 4.0.

Selanjutnya, ia ingin implementasi peta jalan industri 4.0 bisa turut meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) domestik. Lalu, membuat ekosistem industri nasional menjadi lebih baik.

Kemudian, mampu meningkatkan perkembangan insentif untuk investasi di bidang teknologi hingga zona industri dengan perbaikan aliran bahan material.

"Saya yakin kalau kita konsentrasi memperbaiki, struktur industri nasional semakin kuat, maka kita (Indonesia) akan mampu meningkatkan PDB (Produk Domestik Bruto) secara signifikan, terutama ekspor dan investasi," katanya.

Setidaknya ia ingin hasil implementasi peta jalan industri 4.0 segera terasa di lima sektor prioritas, yaitu makanan dan minuman (mamin), tekstil dan busana, otomotif, kimia, hingga elektronik.

"Kita (Indonesia) harus berani berubah, berani melakukan lompatan dan terobosan yang dimulai dari perbaikan regulasi," tuturnya.

Sebelumnya, mantan wali kota Solo itu sudah meluncurkan peta jalan industri 4.0 yang diharapkan bisa membuat Indonesia berada di peringkat 10 besar negara dengan ekonomi tertinggi di tingkat global pada 2030.

[Gambas:Video CNN] (uli/lav)