Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Direktur Keuangan PT Timah Emil Ermindra, SVP SME Banking Bank Mandiri Choirul Anwar, dan Direktur Retail Banking Bank Mandiri Donsuwan Simatupang.
Emil mengatakan pinjaman ini dilakukan dengan skema fasilitas accepted invoice financing. Dana ini nantinya akan membantu pembayaran PT Timah kepada sejumlah pihak yang menjadi mitra perusahaan. Dengan demikian, arus kas Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini masih bisa tetap positif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan yang sama, Donsuwan menyatakan dana pinjaman itu bakal mempermudah pihak yang bekerja sama dengan PT Timah dalam mendapatkan percepatan pembayaran dari perusahaan. Namun, sebelum pembayaran dilakukan, PT Timah harus melakukan verifikasi dan akseptasi terhadap tagihan dari sang mitra.
"Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari bagaimana mewujudkan sinergi BUMN dan bersama membangun negeri. Ini bisa membantu PT Timah ketika membutuhkan cashflow (arus kas)," ungkap Donsuwan.
Selanjutnya, Donsuwan menyebut pihaknya akan melakukan kerja sama pinjaman serupa dengan sejumlah perusahaan ke depannya. Namun, ia tak menyebut pasti perusahaan mana saja yang dimaksud.
Sebagai informasi, Bank Mandiri telah mengucurkan kredit untuk bisnis Usaha Kecil Menengah (UKM) atau Small Medium Enterprise (SME) di sektor pertambangan dan eksplorasi sebesar Rp321 miliar per Juli 2019. Angka itu naik 11 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
[Gambas:Video CNN] (aud/lav)