Kerek Ekspor, Pemerintah Gandeng Tenaga Pemasaran Profesional
CNN Indonesia
Kamis, 05 Sep 2019 19:07 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito menyatakan Pusat Promosi Perdagangan Indonesia (Indonesian Trade Promotion Center/ITPC) bakal melibatkan tenaga pemasaran profesional. Pelibatan dilakukan untuk mendorong kinerja ekspor yang terus merosot akibat tekanan ekonomi global belakangan ini.
"Kami akan mengkombinasikan antara staf Kementerian Perdagangan dengan tenaga pemasaran profesional yang sedang kami persiapkan," ujar Enggartiasto di Gedung Thamrin Bank Indonesia, Rabu (4/9).
Untuk bisa melibatkan tenaga pemasaran profesional itu, Enggartiasto telah mengusulkan formasi staf ITPC kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. "Jadi, kegiatan promosi bisa dilakukan bisa lebih dilakukan oleh para profesional yang ada," tuturnya.
Bahkan kata Enggar, pihaknya juga tengah merumuskan agar para tenaga profesional itu bisa memfasilitasi transaksi yang ada dengan ketentuan yang berlaku. Hal itu dilakukan agar tidak ada peluang bagi abdi negara untuk mengambil keuntungan pribadi atas transaksi yang dilakukan.
"Tidak boleh terima uang kami," ujarnya.
Sebagai informasi, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kinerja ekspor selama beberapa bulan terakhir masih loyo. Secara kumulatif, kinerja ekspor Januari-Juli 2019 tercatat US$95,79 miliar atau merosot 8,02 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, US$104,14 miliar.
[Gambas:Video CNN] (sfr/agt)
"Kami akan mengkombinasikan antara staf Kementerian Perdagangan dengan tenaga pemasaran profesional yang sedang kami persiapkan," ujar Enggartiasto di Gedung Thamrin Bank Indonesia, Rabu (4/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak boleh terima uang kami," ujarnya.
Sebagai informasi, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kinerja ekspor selama beberapa bulan terakhir masih loyo. Secara kumulatif, kinerja ekspor Januari-Juli 2019 tercatat US$95,79 miliar atau merosot 8,02 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, US$104,14 miliar.