Demi Ekonomi, PUPR akan Perluas Fungsi Rest Area Tol

CNN Indonesia | Senin, 09/09/2019 10:19 WIB
Demi Ekonomi, PUPR akan Perluas Fungsi Rest Area Tol Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berencana memperluas fungsi tempat peristirahatan atau rest area di jalan tol.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Danang Parikesit mengatakan perluasan fungsi tersebut dilakukan agar keberadaan rest area tol tidak hanya mendukung kelancaran perjalanan , namun bisa meningkatkan ekonomi di kawasan tol.

"Rest area saat ini secara umum fungsinya melayani pengguna jalan tol untuk beristirahat sebentar lalu melanjutkan perjalanan. Ke depan akan kami perluas lagi fungsinya menjadi yang dinamakan fasilitas publik di koridor jalan tol," kata Danang seperti dikutip dari website Kementerian PUPR, Senin (9/9).

Danang mengatakan saat ini ada empat konsep perluasan fungsi rest area yang sedang dikaji BPJT dan pihak terkait. Pertama, rest area sebagai tempat tujuan wisata.


Kehadiran rest area dengan konsep ini untuk ruas tol yang memiliki pemandangan indah (scenic road).

"Kebutuhan lahannya tentu lebih dari 6 hektar. Sudah ada permintaan dari Pemprov Jawa Tengah yakni dari Tol di Ambarawa disudetkan (ditambahkan akses) menuju destinasi Rawa Pening," ujar Danang.

Kedua, rest area yang juga menjadi kawasan transit antar moda. Konsep ini untuk mendukung kebutuhan bus-bus Trans Jawa bisa menurunkan penumpang di rest area dan kemudian penumpang akan melanjutkan perjalanan dengan kendaraan lain yang akan mendistribusikan ke tujuan sekitar.

"Beberapa waktu lalu ada usulan agar ada terminal di ruas jalan tol, namun kami tidak bisa mengakomodir, yang bisa adalah sebagai transit antar moda. Misalnya kemarin diluncurkan bus Trans Jawa tujuan Jakarta-Probolinggo. Penumpang dengan tujuan tidak sampai Probolinggo bisa turun di rest area ini dan melanjutkan perjalanan dengan moda transportasi lain," jelas Danang.

[Gambas:Video CNN]
Ketiga, rest area sebagai logistik hub. Saat ini investor banyak membangun kawasan pergudangan disepanjang jalan nasional dan berminat untuk juga mengembangkan kawasan pergudangan yang terkoneksi jalan tol sebagaimana yang telah dilakukan negara maju seperti Amerika Serikat dan Jerman.

"Terakhir kita akan kembangkan jalan tol yang terintegrasi dengan kawasan industri yang akan memberikan bangkitan ekonomi yang lebih besar. Kami menerima usulan dari PT. Hutama Karya yang membangun jalan tol Trans Sumatera agar investasi jalan tol satu paket tidak hanya jaringan jalan tol tetapi juga dengan pengembangan kawasan-kawasan sekitar," kata Danang.

Presiden Jokowi memang ingin rest area tol bisa dimanfaatkan untuk pengembangan ekonomi di kawasan sekitar jalan tol. Pemberian manfaat tersebut ia minta secara khusus bisa diberikan kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah.

(agt/agt)