PPA Pastikan Merpati Belum Bisa Terbang Tahun Ini

CNN Indonesia | Senin, 09/09/2019 19:53 WIB
PPA Pastikan Merpati Belum Bisa Terbang Tahun Ini Armada Merpati Airlines. (Merpati airlines from Malaysian Wikipedia via wikimedia commons).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) memastikan maskapai Merpati Nusantara Airlines belum dapat kembali terbang tahun ini. Pasalnya, Merpati masih terbelit masalah keuangan dan harus mengurus ulang berbagai perizinan terbang.

"Kalau tahun ini tidak mungkin (terbang) karena kalau toh mau terbang banyak perizinan lagi yang harus diperbarui dan itu kan banyak melibatkan institusi," ujar Sekretaris Perusahaan PPA Edi Winanto di Jakarta, Senin (9/9).

PPA merupakan BUMN yang ditunjuk pemerintah untuk melakukan restrukturisasi dan/atau revitalisasi, serta mengelola aset BUMN, salah satunya Merpati.


Status Merpati, sambung ia, masih berada pada tahap Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Dalam hal ini, PPA juga merupakan salah satu kreditur Merpati melalui pembiayaan untuk menyelesaikan tanggung jawab kepada karyawan.

Disebutkan Edi, total utang Merpati kepada perseroan sekitar Rp600 miliar. Namun, hingga kini, belum ada pembahasan mengenai penyelesaian kewajiban tersebut.

Sebagai kreditur, PPA belum ada rencana untuk mengajukan permohonan pailit maskapai pelat merah itu. Namun, sambung ia, status pailit bisa saja diajukan oleh karyawan Merpati.

"Yang mengajukan pailit adalah kreditur yang merasa keberatan karena tidak dibayar pada waktunya sesuai PKPU, pada saat rencana perdamaian. Sepanjang tidak ada yang keberatan ya tidak ada yang mengajukan pailit," jelasnya.

Menurut Edi, privatisasi bisa menjadi opsi untuk menyelamatkan Merpati. Namun, hingga kini, perusahaan belum mendapatkan investor yang memiliki modal dan kompetensi yang layak.

Sebagai pengingat, pada akhir tahun lalu, sempat terdengar minat Intra Asia Corpora untuk menyuntikkan modal senilai Rp6,4 triliun. Namun, pemerintah selaku pemegang saham utama belum memberikan lampu hijau atas suntikan modal tersebut.

Berdasarkan data Kementerian BUMN, total aset yang dimiliki Merpati pada akhir 2017 hanya tersisa Rp1,21 triliun. Karena perusahaan tidak beroperasi, maka tak ada raihan pendapatan maupun laba bersih.

Alhasil, ekuitas perusahaan pun tercatat minus Rp9,51 triliun dan perusahaan merugi Rp737 miliar. Di tahun yang sama, perusahaan memiliki beban utang kepada sejumlah kreditur sebesar Rp10,72 triliun.

[Gambas:Video CNN] (sfr/lav)