Dirut Sriwijaya Air Joseph Andriaan Resmi Dicopot

CNN Indonesia | Selasa, 10/09/2019 12:47 WIB
Dirut Sriwijaya Air Joseph Andriaan Resmi Dicopot Maskapai Sriwijaya Air. (ADEK BERRY / AFP).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemegang saham PT Sriwijaya Air resmi mencopot Joseph Andriaan Saul sebagai Direktur Utama perusahaan melalui rapat dewan komisaris dan direksi pada Senin (9/9).

Selain Joseph, pemegang saham juga menggeser Harkandri M. Dahler yang menjabat Direktur Sumber Daya Manusia dan Layanan, serta Joeph K. Tendean selaku Direktur Komersial.

"Keputusan Dewan Komisaris PT Sriwijaya Air mengangkat Bapak Anthony Raimond Tampubolon selaku Plt Direktur Utama, Plt Direktur of Human Capital and Service dan Plt Director of Commercial," demikian tertulis dalam surat pemberitahuan yang diterbitkan Sriwijaya Air.


Selain itu, Robert D. Waloni berperan sebagai pelaksana tugas harian direktur utama. Sementara itu, Rifai menjabat sebagai pelaksana tugas harian Direktur Komersial.

Diketahui, Sriwijaya Air saat ini menjadi salah satu entitas usaha dari Garuda Indonesia Grup semenjak keduanya menjalin kerja sama dalam bentuk dalam bentuk Kerjasama Operasi (KSO) pada November 2018 lalu.

Berdasarkan surat yang diterima langsung oleh CNNIndonesia.com, anak usaha Garuda Indonesia yakni PT Citilink Indonesia tak terima dengan keputusan dalam rapat tersebut. Direktur Utama Citilink Indonesia, sebagai pihak yang menandatangani surat itu menyatakan bahwa pihak komisaris Sriwijaya Air seharusnya berkoordinasi dengan manajemen.

Persoalannya, Citilink Indonesia saat ini masih menjalin kerja sama (KSM) dengan Sriwijaya Air. Kerja sama dilakukan dalam rangka penyelesaian utang kepada sejumlah perusahaan pelat merah, seperti PT GMF AeroAsia Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Pertamina (Persero).

"Dalam pasal 5 perjanjian KSM yang mengatur hak dan kewajiban Citilink untuk melalukan seleksi atas pengurus Sriwijaya dan anak Sriwijaya," ucap Juliandra dalam surat tersebut.

Untuk itu, sesuai dengan arahan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), manajemen akan meminta penjelasan dari perwakilan pemegang saham Sriwijaya Air pada esok hari pukul 10.00 WIB di Kantor Pusat BNI.

"Rapat penjelasan rencananya juga akan dihadiri oleh perwakilan dari BNI, Pertamina, dan GMF," kata Juliandra.

CNNIndonesia.com sudah mencoba melakukan konfirmasi kepada Joseph Andriaan dan Senior Manager of Corporate Communications Sriwijaya Air Retri Maya, tetapi belum ada respons hingga berita ini diturunkan.

Tim redaksi juga menghubungi Direktur Niaga PT Garuda Indonesia (Persero) Pikri Ilham Kurniansyah dan VP corporate secretary Garuda Indonesia M Ikhsan Rosan. Ikhsan menuturkan bahwa pihaknya akan memastikan terlebih dahulu informasi tersebut.

"Sebentar saya cek ya," ucap Ikhsan kepada CNNIndonesia.com, Selasa (10/9)

CNNIndonesia.com juga sudah mencoba menghubungi Juliandra dan Deputi Jasa Keuangan, Survei, dan Konsultasi Kementerian BUMN Gatot Trihargo untuk mengkonfirmasi hal tersebut. Namun, keduanya tak memberikan jawaban.

[Gambas:Video CNN] (aud/lav)