Kebijakan tersebut diambil karena pemerintah harus juga mempertimbangkan anggapan dari pasar internasional. Airlangga menjelaskan pemerintah pernah memiliki program mobil nasional dalam beberapa tahun terakhir.
Sejalan dengan program itu, pemerintah kerap memberikan berbagai fasilitas kemudahan bagi pengembangan mobil nasional. Fasilitas diberikan untuk menambah daya saing mobil nasional dibandingkan para pesaingnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kami tidak mengintroduksi mobil nasional seperti periode yang lalu," terangnya.
Lebih lanjut, daya dukung yang bisa diberikan pemerintah adalah menciptakan ekosistem industri bahan baku, sehingga Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mobil Esemka bisa kian meningkat ke depan. Saat ini, TKDN mobil Esemka sekitar 60 persen.
[Gambas:Video CNN]
"Masalah local content itu sekarang di industri just in time, yang penting logistic cost harus lebih rendah, lalu stock material harus rendah. Kalau spare part impor semua kan cost tinggi, tapi kalau semua dari vendor lokal, dia akan lebih efisien," katanya.
Di sisi lain, ia kembali menjawab sindiran terkait kemiripan model mobil Esemka dengan mobil pabrikan China, seperti yang sedang ramai dibicarakan publik. Menurutnya, kemiripan merupakan hal yang wajar saja.
Sebab, industri ini memang multiplatform, sehingga memungkinkan desain yang sama antar satu mobil pabrikan dengan pabrikan lain. "Itu hal yang biasa, yang paling penting adalah local content-nya, itu diproduksi di Indonesia,investornya juga lokal,"pungkasnya.