MIND ID Tingkatkan Kompetensi SDM Sektor Tambang

MIND ID, CNN Indonesia | Kamis, 19/09/2019 16:21 WIB
MIND ID Tingkatkan Kompetensi SDM Sektor Tambang Di acara Indonesia Human Resource Summit 2019 (18/9), Holding Industri Pertambangan MIND ID menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia. (Dok. MIND ID)
Jakarta, CNN Indonesia -- Holding Industri Pertambangan MIND ID menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di Indonesia, khususnya sektor industri pertambangan. Peningkatan SDM merupakan perwujudan salah satu mandat yang diberikan kepada MIND ID menjadi perusahaan kelas dunia.

Direktur Layanan Strategis MIND ID Ogi Prastomiyono mengungkapkan pihaknya tengah mengembangkan SDM di internal perusahaan, anggota Holding, serta masyarakat sekitar.

"Bagi kami, baik Holding dan anggota Holding, SDM bukanlah tenaga kerja, melainkan aset. Kami sudah melakukan pengembangan sejak mereka menjadi bagian dari keluarga kami," ujar Ogi pada acara tahunan Indonesia Human Resource Summit 2019, Bali, Rabu (18/9).


Ogi menambahkan terdapat tiga aspek yang dikembangkan untuk mewujudkan pembangunan SDM berkualitas dan berkelas dunia.

"Pertama, pengembangan kompetensi utama dalam bekerja di dunia pertambangan. Kedua, aspek kepemimpinan dan integritas. Ketiga, aspek kreativitas, karena kami memahami bahwa dunia semakin dinamis, dan Indonesia juga harus meningkatkan kualitas di kancah global."

Lebih lanjut, Ogi menyatakan pengembangan SDM masyarakat sekitar juga dilakukan karena hal tersebut merupakan komitmen MIND ID dan seluruh anggota untuk bisa berperan aktif dalam kemajuan peradaban, peningkatan kesejahteraan, dan masa depan yang lebih baik.

"Manfaat berkelanjutan kepada masyarakat dalam hal pengembangan SDM antara lain membangun sekolah terapung, membangun jaringan internet untuk edukasi, pembinaan UMKM, hingga perpustakaan keliling dan beasiswa," ujar Ogi.

Sebagai informasi, MIND ID adalah BUMN yang menaungi 5 perusahaan industri tambang terbesar di Indonesia, yakni PT Antam Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia, PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM), dan PT Timah Tbk. (fef)