Direktur Operasi dan Produksi sekaligus Commander Incident PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Taufik Adityawarman mengatakan perseroan tengah fokus pada penutupan sumur YYA-1 yang merupakan sumber tumpahan minyak.
"Saat ini investigasi internal masih berlangsung, kami belum dapat update dari tim untuk penyebabnya apa," katanya, Jumat (20/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini merupakan salah satu proses yang penting, sehingga harus dilakukan sangat hati-hati. Harapannya akhir September atau paling lambat awal Oktober, sumur sudah bisa ditutup permanen," imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Hulu Pertamina Dharmawan Samsu mengatakan investigasi penyebab kebocoran baru dapat dilakukan secara menyeluruh apabila tim investigator bisa masuk dalam rig atau anjungan. Ini dimungkinkan jika sumur lama, YYA-1 telah ditutup secara permanen.
[Gambas:Video CNN]
"Setelah sumur ini disumbat investigasi bisa dilanjutkan secara konklusif. Jadi mohon kesabarannya. Kami pastikan setelah sumur bisa diisolasi dan aman untuk dinaiki maka investigasi akan dilanjutkan secara lebih detail," ujarnya.
[Gambas:Video CNN]
"Setelah sumur ini disumbat investigasi bisa dilanjutkan secara konklusif. Jadi mohon kesabarannya. Kami pastikan setelah sumur bisa diisolasi dan aman untuk dinaiki maka investigasi akan dilanjutkan secara lebih detail," ujarnya.
Kebocoran minyak itu berawal dari munculnya gelembung gas saat berlangsung kegiatan pengeboran sumur YYA 1 pada pukul 1.30 dini, Jumat (12/7).
Sejak saat itu, Pertamina melakukan berbagai upaya penanganan tumpahan minyak. Pertamina menyatakan tumpahan minyak secara kumulatif yang berhasil ditangani perseroan mencapai 39.685 barel pada offshore (lepas pantai) per 19 September.
Sedangkan di sisi darat, tumpahan minyak yang bercampur dengan pasir mencapai 5.535.627 karung secara kumulatif.
"Dari jumlah itu yang sudah dikirim ke pengolahan limbah mencapai 5.532.262 karung," katanya.
(ulf/agt)
Sejak saat itu, Pertamina melakukan berbagai upaya penanganan tumpahan minyak. Pertamina menyatakan tumpahan minyak secara kumulatif yang berhasil ditangani perseroan mencapai 39.685 barel pada offshore (lepas pantai) per 19 September.
Sedangkan di sisi darat, tumpahan minyak yang bercampur dengan pasir mencapai 5.535.627 karung secara kumulatif.
"Dari jumlah itu yang sudah dikirim ke pengolahan limbah mencapai 5.532.262 karung," katanya.