Pameran Dunia, Pemerintah Pilih Bawa Gesits Ketimbang Esemka

CNN Indonesia | Jumat, 20/09/2019 20:08 WIB
Pameran Dunia, Pemerintah Pilih Bawa Gesits Ketimbang Esemka Ilustrasi Gesits. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah tidak akan membawa mobil pikap Esemka yang merupakan salah satu produk buatan asli Indonesia ke pameran teknologi industri manufaktur terbesar di dunia bertajuk Hannover Messe 2020. Namun, pemerintah akan membawa Gesits, sepeda motor listrik hasil kerja sama Garansindo dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS).

Hal ini diungkapkan langsung oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto usai rapat koordinasi mengenai persiapan Indonesia dalam mengikuti pameran yang akan dihadiri oleh 6.500 peserta dari 73 negara itu. Menurutnya, pemerintah tidak membawa Esemka karena belum siap dari sisi produksi.

"Esemka kan belum produksi, jadi ditingkatkan dulu (di dalam negeri)," ungkap Airlangga di Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Jumat (20/9).


Sebagai gantinya, pemerintah akan membawa Gesits karena sudah berhasil diproduksi secara massal di Tanah Air. Selain itu, Gesits juga sesuai dengan tema pameran yang akan banyak menampilkan teknologi berbasis listrik.

"Nanti ada beberapa teknologi berbasis listrik, seperti Gesit, itu akan kami bawa, kemudian teknologi baterainya, ini kerja sama dengan Panasonic," ujarnya.

Selain Gesits, Ketua Umum Partai Golkar itu juga akan membawa proyek percontohan dari PT Schneider Electric Manufacturing Batam yang merupakan anak usaha dari Schneider Electric SE yang bergerak di bidang energi dan infrastruktur. Perusahaan ini memproduksi pembangkit listrik dengan biaya rendah.

Kemudian, pemerintah juga akan membawa produk di bidang pertambangan, infrastruktur, dan minyak serta gas bumi yang dihasilkan oleh PT Petrosea Tbk. "Nanti itu yang akan dipamerkan dan bisa mengakses kepada operasional pabrik di Batam, jadi bisa lihat secara real time dengan teknologi digital twin dan lainnya," terangnya.

Secara keseluruhan, pemerintah akan membawa sejumlah produk unggulan dari sektor otomotif, elektronik, tekstil, kimia, serta makanan dan minuman. "Orientasinya untuk ekspor dan investasi, nanti akan ada business summit dan seminar," katanya.

[Gambas:Video CNN]
Dari sisi investasi, Airlangga memastikan Indonesia akan melanjutkan pembicaraan kerja sama dengan Jerman di bidang vokasi. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah sempat membicarakan rencana kerja sama kedua negara di sela pertemuan G20 beberapa waktu lalu.

"Menteri Perekonomian mereka (Jerman) sudah berkunjung ke Indonesia, melihat Astra Politeknik dan lulusannya itu sebagian sudah qualified untuk bekerja di Jerman. Jadi itu yang akan kami perluas," jelasnya.

Sayangnya, Airlangga enggan merinci berapa target kerja sama perdagangan ekspor dan investasi yang dibidik oleh pemerintah dari Jerman maupun peserta Hannover Messe 2020 yang lain.

Dalam Hannover Messe 2020, Indonesia menjadi negara mitra resmi alias official partner country di pameran tersebut. Pameran rencananya akan digelar di Jerman pada 20-24 April 2020.

Proyeksinya, Hannover Messe 2020 akan dihadiri oleh 225.000 pengunjung internasional dari 91 negara dan menghasilkan sekitar 5,6 juta kontak bisnis.

(uli/agt)