Pertimbangannya yang paling krusial ialah ada jalan di tol elevated ini yang berkontur miring.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terutama mengenai standar operasional mengenai berat angkutan untuk menghindari over dimensi dan over load (odol).
"Jadi belum kita putuskan masih kita diskusikan. bisa saja mereka yang sudah tidak melanggar berat dan panjang boleh naik tapi yang tidak, itu tidak mungkin," ungkap Budi.
Proyek tol layang Jakarta-Cikampek II, di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek, memiliki panjang 36 kilometer yang membentang dari Cikunir hingga Karawang Barat. (ANTARA FOTO/Risky Andrianto) |
Kemenhub pada tahun 2017, kata Budi, sudah meminta para operator melakukan normalisasi kepada para operator yang masih menggunakan angkutan odol.
"Tapi sedang proses tiba-tiba perusahaan logistik banyak datang ke pak Menteri banyak yang minta toleransi waktu. Artinya kita sudah memberikan banyak waktu," ujar Budi.
"Artinya sesuai kesepakatan para pelaku kendaraan operator logistik yang masih punya mobil over dimensi atau potensial over loading harus sudah komplit sekarang ini," tegas dia.
Menurut data dari Kementerian Perhubungan, jumlah angkutan barang yang melintasi jalan tol tak begitu banyak yakni sekitar 12 persen. Namun dari angka yang kecil itu, angkutan barang menyimbang sekitar 58 persen kecelakaan di jalan tol lantaran kelebihan muatan.
Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi |
Jalan tol ini akan membentang dari ruas Cikunir hingga Karawang Barat (Sta 9+500 sampai dengan Sta 47+500). Rencananya jalan tol ini dipergunakan pada saat liburan Natal dan Tahun Baru 2019.
[Gambas:Video CNN] (ctr/arh)
Proyek tol layang Jakarta-Cikampek II, di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek, memiliki panjang 36 kilometer yang membentang dari Cikunir hingga Karawang Barat. (
Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi