Menhub Sebut Japek II Belum Bisa Dilalui Angkutan Berat

CNN Indonesia | Minggu, 22/09/2019 22:29 WIB
Menhub Sebut Japek II Belum Bisa Dilalui Angkutan Berat Budi Karya Sumadi Tinjau Jalan Layang Jakarta Cikampek II, MInggu (22/9). (CNN Indonesia/LB Ciputri Hutabarat)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi belum mengizinkan angkutan berat melintasi Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek (Japek) II.

Pertimbangannya yang paling krusial ialah ada jalan di tol elevated ini yang berkontur miring.

"Ada satu kemiringan yang terjal itu yang membuat kecepatan itu bisa drastis naik," kata Budi di Jalan Tol Jakarta Cikampek II KM 13, Minggu (22/9).

Karena dengan kontur yang miring tersebut, Kementerian Perhubungan dengan sejumlah pihak masih mendiskusikan segi keselamatan angkutan berat itu sendiri.
Terutama mengenai standar operasional mengenai berat angkutan untuk menghindari over dimensi dan over load (odol).

"Jadi belum kita putuskan masih kita diskusikan. bisa saja mereka yang sudah tidak melanggar berat dan panjang boleh naik tapi yang tidak, itu tidak mungkin," ungkap Budi.

Tol layang Jakarta-Cikampek II, di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek, memiliki panjang 36 kilometer yang membentang dari Cikunir hingga Karawang Barat.Proyek tol layang Jakarta-Cikampek II, di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek, memiliki panjang 36 kilometer yang membentang dari Cikunir hingga Karawang Barat. (ANTARA FOTO/Risky Andrianto)
Direktur Jendral Direktorat Perhubungan Darat Budi Setyadi menyatakan kebijakan ini sedianya sudah diantisipasi Kementerian Perhubungan dengan mewanti-wanti para operator angkutan logistik.

Kemenhub pada tahun 2017, kata Budi, sudah meminta para operator melakukan normalisasi kepada para operator yang masih menggunakan angkutan odol.

"Tapi sedang proses tiba-tiba perusahaan logistik banyak datang ke pak Menteri banyak yang minta toleransi waktu. Artinya kita sudah memberikan banyak waktu," ujar Budi.

Dari segi ekonomi, Budi mengatakan, Kemenhub tak ingin mempersulit usaha logistik di Indonesia. Namun demi keselamatan, ia meminta agar para pengusaha bisa mentaati aturan berlaku.

"Artinya sesuai kesepakatan para pelaku kendaraan operator logistik yang masih punya mobil over dimensi atau potensial over loading harus sudah komplit sekarang ini," tegas dia.

Menurut data dari Kementerian Perhubungan, jumlah angkutan barang yang melintasi jalan tol tak begitu banyak yakni sekitar 12 persen. Namun dari angka yang kecil itu, angkutan barang menyimbang sekitar 58 persen kecelakaan di jalan tol lantaran kelebihan muatan.

Kemiringan Terjal, Japek II Tak Bisa Dilalui Angkutan Berat Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi
Diketahui, Tol layang ini memiliki panjang sekitar 36,4 kilometer dan diprediksi rampung sekitar bulan November 2019. Operasional tol ini sedianya diharapkan akan menunjang kelancaran mobilitas angkutan logistik dari Pelabuhan Tanjung Priok ke kawasan industri di Cikarang, Karawang dan Cibitung maupun ke arah Bandung dan Tol Trans Jawa.

Jalan tol ini akan membentang dari ruas Cikunir hingga Karawang Barat (Sta 9+500 sampai dengan Sta 47+500). Rencananya jalan tol ini dipergunakan pada saat liburan Natal dan Tahun Baru 2019.

[Gambas:Video CNN]


(CTR/arh)