Berdasarkan keterangan juru bicara perusahaan, ihwal kerugian tersebut ditemukan saat pihaknya mencari tahu lokasi salah seorang pedagang yang tidak kunjung kembali ke PDS usai berlibur.
Setelah ditelusuri, perusahaan perdagangan komoditas terbesar di Jepang itu menemukan pedagang tersebut kerap melakukan transaksi derivatif ilegal atau tanpa izin dari perusahaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasalnya, perusahaan yang didirikan pada tahun 1954 itu memiliki reputasi sebagai perusahaan yang sangat berhati-hati dan hanya melaporkan kerugian tahunan pertamanya pada 2016 lalu ketika pasar komoditas tengah merosot.
Juru Bicara Mitsubishi tak bisa merinci dampak peristiwa tersebut terhadap pendapatan perusahaan. Meski demikian, perusahaan telah meraup laba lebih dari US$5 miliar pada semester pertama 2019.
Juru bicara Kepolisian Singapura telah mengonfirmasi laporan tersebut. Pihak mereka menyebutkan bahwa sebuah laporan telah diajukan, dan permasalahan tersebut kini dalam tahap penyelidikan kepolisian.
Pedagang lain yang biasa berjibaku di Singapura pun mengaku kaget dari insiden pedagang nakal tersebut. Salah seorang pedagang menyebutkan bahwa pihak PDS perlu meningkatkan kinerja manajemen risiko dari perusahaannya.
"PDS perlu meningkatkan kepatuhan (pegawai) dan manajemen risiko.ini sangat mengejutkan, jumlahnya (kerugian) sangat besar," tuturnya.
[Gambas:Video CNN]
Sementara itu, harga minyak mentah terpantau bergejolak pada tahun ini. Harga minyak mentah diketahui merosot tajam dari puncaknya pada bulan April, yakni dengan harga di atas US$75 per barel. Kemudian, harga melonjak hampir 20 persen pada minggu ini pasca peristiwa penyerangan fasilitas minyak di Arab Saudi.
Mitsubishi Corp pun telah mengumumkan kerugian setelah perdagangan sahamnya berakhir pada minggu lalu. Pada Jumat (20/9) lalu, saham Mitsubishi terpantau turun sebesar 0,8 persen.