Irak Bakal Gabung Proyek Jalur Sutera China

CNN Indonesia | Rabu, 25/09/2019 11:52 WIB
Irak Bakal Gabung Proyek Jalur Sutera China Pemerintah Irak dan China sepakat bekerja sama dalam proyek Belt and Road Initiative. (Lintao Zhang / POOL / AFP).
Jakarta, CNN Indonesia -- Irak akan bergabung dalam proyek investasi infrastruktur raksasa China 'Belt and Road' atau yang biasa dikenal dengan proyek Jalur Sutera. Hal itu diresmikan dalam penandatanganan kesepakatan antara kedua negara yang berlangsung awal pekan ini.

Hal itu disampaikan Perdana Menteri Iraq Adel Abdel Mahdi yang melakukan pertemuan dengan Presiden Cina Xi Jinping dalam kunjungan kenegaraan.

"Irak telah melalui perang dan perselisihan sipil, kami berterima kasih kepada China atas dukungannya yang berharga. Irak bersedia bekerja sama dalam kerangka One Belt, One Road," kata Mahdi seperti dikutip dari AFP, Rabu (25/9).


Dalam kesempatan tersebut, Xi Jinping mengatakan kedua negara akan bekerja sama dalam proyek minyak dan infrastruktur.

"China ingin dari titik awal baru bersama dengan Irak, untuk mendorong maju kemitraan strategis China-Irak," ujar Xi.

Sebagai informasi, Beijing merupakan mitra dagang terbesar Baghdad, sementara Irak adalah pemasok minyak terbesar kedua bagi China.

Berdasarkan data kantor berita Xinhua, nilai transaksi perdagangan antara China dan Irak pada tahun lalu tercatat lebih dari US$30 miliar.

[Gambas:Video CNN]
Belt and Road Initiative adalah proyek infrastruktur untuk membangun jaringan global besar yang berpotensi melibatkan nilai investasi raksasa. Pembangunan infrastruktur mencakup pelabuhan, kereta api, jalan dan taman industri. Proyek ini mencakup kawasan Asia, Afrika, Timur Tengah dan Eropa.

Negeri Tirai Bambu menghadapi kritik karena membanjiri negara-negara miskin dengan kapasitas utang yang besar. Hal itu dicurigai Amerika Serikat (AS) sebagai upaya melumpuhkan negara-negara penerima utang tersebut dan menumbuhkan pengaruh, bahkan ketergantungan terhadap China.

(AFP/lav)