China Balas Kritik Trump: Kami Tak Bermain 'Game of Thrones'

CNN Indonesia | Rabu, 25/09/2019 11:31 WIB
China Balas Kritik Trump: Kami Tak Bermain 'Game of Thrones' Menteri Luar Negeri China Wang Yi. (REUTERS/Kim Kyung-Hoon).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Luar Negeri China Wang Yi membalas kritik yang disampaikan Presiden AS Donald Trump dalam pidatonya di hadapan sidang majelis umum PBB. Ia menyebut menghormati kepentingan AS dalam kebijakan dagang Trump, namun bukan berarti membiarkan AS campur tangan dalam urusan China dengan Hong Kong.

Bahkan, Wang Yi menegaskan China tidak memiliki niat untuk bermain 'Game of Thrones.' Diketahui Game of Thrones merupakan serial televisi yang mengisahkan pertentangan politik perebutan kekuasaan di benua fantasi Westeros.

Dalam pidatonya di New York, Wang Yi mendesak AS untuk menjauh dari konfrontasi internal China. "China tidak memiliki niat untuk memainkan singgasana di panggung dunia. Kedua negara (AS-China) harus tetap berpegang pada prinsip untuk tidak ikut campur tangan dalam urusan internal masing-masing," ujarnya, dilansir Reuters, Rabu (25/9).

Sehari sebelumnya, Trump menyiarkan pesan keras di panggung pidato PBB yang ditujukan kepada Presiden China Xi Jinping. Trump menegaskan bahwa tidak akan menerima kesepakatan buruk dalam negosiasi perdagangan dengan China.

Tak cuma itu, Trump juga menyinggung soal demonstrasi ricuh di Hong Kong yang telah meningkatkan kekhawatiran investor terhadap tindakan keras yang akan diambil China.

Trump mengklaim berupaya menekan China untuk setuju mengurangi hambatan dagang melalui kebijakan kenaikan tarif impor pada produk-produk China.

Trump juga menuding China melakukan pencurian hak kekayaan intelektual dalam skala besar, termasuk menyebut China yang diuntungkan dari aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) karena perlakuan WTO terhadap negara ekonomi berkembang.

Pun demikian, Wang Yi tetap berharap hasil positif dari pertemuan pembahasan kesepakatan dagang kedua negara yang akan berlangsung pada Oktober nanti.

Ia hanya menegaskan negosiasi perdagangan harus didasarkan oleh rasa saling menghormati dan tidak boleh dilakukan di bawah ancaman.

"Untuk saat ini dan di masa mendatang, AS masih dan akan tetap menjadi negara terkuat di dunia. Kami berharap AS konsisten dalam kata-kata dan perbuatan menghormati kedaulatan wilayah masing-masing dan tidak memaksakan kehendak terhadap satu dengan yang lainnya," kata Wang Yi.

Ia juga membalas kritik AS yang menyinggung perlakuan Pemerintah China terhadap minoritas muslim di wilayah barat Xinjiang. Saat itu AS menilai China telah melakukan penindasan mengerikan terhadap minoritas di wilayahnya.

"Tindakan telah diambil di sana (Xinjiang) untuk mencegah ekstremisme dan terorisme," tandas Wang Yi.
[Gambas:Video CNN]


(Reuters/bir)