Operasional Perbankan di Wamena Masih Lumpuh

CNN Indonesia | Kamis, 26/09/2019 10:40 WIB
Operasional Perbankan di Wamena Masih Lumpuh Ilustrasi demo anarkis di Wamena. (AP Photo).
Jakarta, CNN Indonesia -- Operasional perbankan di Wamena masih lumpuh hingga Kamis (26/9). Karyawan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Papua, misalnya, masih melayani transaksi terbatas dari kemah pengungsian untuk permintaan uang dari Pemda Jayawijaya akibat demo anarkis.

Direktur Utama Bank Papua Zendarto mengatakan karyawan masih trauma. "Karyawan masih berada di pengungsian yang berada di Polres Jayawijaya dan beberapa orang di antaranya, terutama wanita, sudah minta dievakuasi ke Jayapura," ujarnya, dikutip dari Antara.

Ia belum dapat memastikan kapan operasional Bank Papua dapat beroperasi normal. Namun, ia memastikan, ketersediaan dana tunai di mesin-mesin ATM terjamin.

Ia menuturkan salah satu kantor cabang di Wamena menjadi salah satu bangunan yang dirusak pedemo, termasuk kantor kas dan rumah dinas.

Bahkan, kendaraan operasional Bank Papua ikut dibakar. "Kami akan mengevakuasi karyawan dari Wamena," terang Zendarto.

Kepala Kanwil Bank Mandiri Papua I Gede Raka Arimbawa juga mengaku menutup kantor Bank Mandiri hingga batas waktu yang belum ditentukan. "Karyawan beserta keluarga akan dievakuasi dari Wamena," tutur dia.

Mengingatkan, demo anarkis di Wamena mengakibatkan 30 orang meninggal dan 70 orang mengalami luka-luka. Ratusan bangunan, baik milik pemerintah maupun swasta jadi sasaran amuk massa.
[Gambas:Video CNN]


(Antara/bir)