Delapan BUMN Disebut Minat Jadi Pemilik Saham Baru LinkAja

CNN Indonesia | Selasa, 01/10/2019 06:00 WIB
Delapan BUMN Disebut Minat Jadi Pemilik Saham Baru LinkAja Ilustrasi Linkaja. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Fintek Karya Nusantara (Finarya), pengelola aplikasi pembayaran nontunai LinkAja masih menunggu sekitar delapan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk bergabung menjadi pemilik saham LinkAja.

Direktur Utama Fintek Karya Nusantara Danu Wicaksana mengatakan sekitar delapan BUMN yang menyatakan minatnya antara lain, PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk, PT Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero), PT Pegadaian (Persero), PT Tabungan dan Asuransi Pensiun (Persero), PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan Perum Damri.

"Dalam hal ini kita masih menunggu konfirmasi dari beberapa BUMN untuk menyusul," ujar Danu pada Senin (30/9) di Jakarta.


Bertambahnya BUMN yang berminat untuk menanam modal ini akan mengubah skema dari komposisi saham LinkAja. Namun, Danu enggan menjelaskan bagaimana perubahan tersebut.

Dalam keterbukaan informasi Telkom pada laman resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) disebutkan, sudah ada delapan perusahaan pelat merah yang berkomitmen untuk menanam modal di LinkAja. Perusahaan sudah menandatangani lembar kesepakatan terkait rencana penerbitan saham baru oleh Finarya.

Delapan perusahaan tersebut antara lain PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT Pertamina (Persero), PT Asuransi Jiwasraya (Persero), dan PT Danareksa (Persero).

Sebelumnya disebutkan, jika tidak ada investor lain yang berminat maka komposisi saham menjadi Telkomsel 25 persen, Bank Mandiri 19,71 persen, BRI 19,71 persen, BNI 19,71 persen, BTN 7,12 persen, Pertamina 7,12 persen, Jiwasraya 1 persen, dan Danareksa 0,63 persen.

[Gambas:Video CNN] (hns/lav)