Batal Ditutup, Luhut Sebut Investor AS Lirik Pulau Komodo

CNN Indonesia | Rabu, 02/10/2019 14:37 WIB
Batal Ditutup, Luhut Sebut Investor AS Lirik Pulau Komodo Ilustrasi Pulau Komodo. (iStock/fototrav).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menyatakan wisata Taman Nasional Komodo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) batal ditutup. Bahkan, ia menyebut investor asal Amerika Serikat (AS) berminat untuk berinvestasi di sana.

Sebelumnya, wisata Pulau Komodo dikabarkan akan ditutup untuk kegiatan wisata pada Januari 2020 mendatang sebagai upaya konservasi.

"Kami mau pengelolaannya (Pulau Komodo) itu betul-betul profesional," ujarnya di kantornya, Rabu (2/10).


Ia mengaku sudah bertemu dengan beberapa investor yang berminat pada saat ia berkunjung ke Washington, AS beberapa waktu lalu. Luhut ingin pengelolaan Pulau Komodo seperti pengembangan wisata alam di Afrika.

"(Investor) sudah bicara ke saya kemarin di Washington tapi saya belum tahu persis," tuturnya.

Ia mengingatkan Pulau Komodo merupakan warisan dunia. Karenanya, pengelolaannya harus dilakukan dengan baik agar habitat di dalamnya terlindungi.

Nantinya, wisata di Pulau Komodo juga akan dikemas secara eksklusif di mana pengunjung harus merogoh kocek dalam untuk menikmati keindahannya.

Misalnya, satu tiket dijual US$50 ribu. Apabila mampu menarik 50 ribu pengunjung, pemasukan yang diterima bisa mencapai US$50 juta.

[Gambas:Video CNN]
"Bayar mahal itu bukan hanya untuk karena mahalnya tapi juga untuk memelihara lingkungannya supaya kita bisa pelihara terus dengan baik," tuturnya.

Penerimaan dari tiket tersebut akan diputar kembali untuk mengelola taman dan memelihara komodo dengan baik.

"Komodo yang di sana kan panjang 3 meteran lebih ya. Jadi kita enggak mau (komodo) itu berkurang dan itu biarlah berkembang dengan bagus," jelasnya.

(hns/sfr)