Tren Penjualan Motor Listrik Naik, Warga Papua Ikut Borong

CNN Indonesia | Kamis, 03/10/2019 05:49 WIB
Tren Penjualan Motor Listrik Naik, Warga Papua Ikut Borong Ilustrasi motor listrik. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Produsen mengungkapkan tren penjualan motor listrik meningkat, terutama sejak terbitnya Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang percepatan program Kendaraan Berbasis Listrik pada 12 Agustus silam.

Komisaris Utama PT Gaya Abadi Sempurna yang memproduksi merek Selis Tjoa King Hoa mengatakan penjualan motor listrik mencapai 50 unit per bulan sejak 2016. Setelah hadirnya Perpres tentang mobil listrik, ia bilang penjualan makin meningkat, meskipun belum dapat memastikan angka kenaikannya.

"Harusnya dengan Perpres ini persentasenya bisa naik double digit," ungkapnya, Rabu (2/10).


Menariknya, ia menuturkan banyak permintaan sepeda motor listrik datang dari masyarakat Papua. Sebab, harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Papua relatif mahal, sehingga masyarakat memilih untuk memanfaatkan energi listrik.
"Mereka hanya bisa transportasinya pakai ini dan mereka perlu speed untuk angkutan jadi mereka perlu motor," paparnya.

Tak hanya memproduksi motor listrik, Gaya Abadi Sempurna terlebih dulu telah memproduksi sepeda listrik dengan merek yang sama sejak 8 tahun lalu. Saat ini, sambung dia, penjualan sepeda listrik masih mendominasi sebanyak 5.000 unit per bulan.

"Harga sepeda motor listrik Rp15 juta kalau sepeda listrik Rp3,6 juta paling murah," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Manager Procurement Gesits M Natsir mengamini jika permintaan motor listrik meningkat. Sejak peluncuran perdananya pada event Indonesia International Motor Show (IIMS) April 2019 silam, ia menyebut penjualan mencapai 5.000 unit, dimana seluruh proses penjualan melalui skema inden.
[Gambas:Video CNN]
Dari jumlah tersebut, mayoritas permintaan datang dari institusi seperti Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Kalau dari kedinasan sudah hampir 3.000-4.000 unit. Kalau umum 1.000 unit mayoritas dari Jakarta," katanya. (ulf/lav)