BUMN Tepis Tudingan BKPM Soal Penghambat Investasi

CNN Indonesia | Kamis, 26/09/2019 17:05 WIB
Kementerian BUMN menegaskan perusahaan-perusahaan pelat merah tidak mendominasi, sehingga menghambat investasi, seperti yang ditudingkan BKPM. Menteri BUMN Rini Soemarno. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian BUMN menegaskan perusahaan-perusahaan pelat merah tidak pernah mendominasi sektor bisnis apapun di Indonesia. Pernyataan ini menepis tudingan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong yang menyebut dominasi BUMN dan hubungan pengusaha swasta kurang kondusif.

"Perlu saya jelaskan, memang ada informasi seperti itu. Saya tegaskan tidak ada dominasi BUMN di setiap sektor. Tidak ada sektor ekonomi di Indonesia yang didominasi BUMN," terang Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno, seperti dilansir Antara, Kamis (26/9).

Di bidang kelistrikan, ia mencontohkan pembangkit dan perusahaan produsen listrik (IPP) didominasi oleh perusahaan swasta. "Bahkan, distribusinya juga swasta," imbuh dia.

Sebelumnya, Thomas Lembong menyebut lima keluhan investor kepada RI, salah satunya terkait dominasi BUMN.

Empat keluhan lainnya, yaitu regulasi yang tumpang tindih dan bertele-teler, insentif perpajakan yang perlu diringankan bagi para investor, urusan lahan yang memakan waktu, serta ketenagakerjaan yang perlu disesuaikan dengan kebutuhan industri 4.0.

Keluhan serupa juga disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Menurut dia, dominasi BUMN terhadap beberapa proyek pembangunan bisa membuat pergerakan investasi terhambat karena hal itu membuat lingkungan bisnis menjadi tak kompetitif.
[Gambas:Video CNN]


(Antara/bir)