Ketentuan itu dibuat karena pemerintah tidak ingin membatasi kalangan yang bisa mengakses keterampilan tambahan.
Ia menjelaskan pemerintah mengatur batas usia mulai dari 18 tahun karena batas ini menunjukkan usia produktif untuk bekerja. warga berusia di bawah 18 tahun tidak diperbolehkan ikut program karena masih berkewajiban menempuh pendidikan SD-SMA.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain tidak mempersoalkan batasan usia, pemerintah juga membuka kesempatan program bagi semua kalangan masyarakat. Asalkan, masyarakat melakukan pendaftaran secara online melalui situs program yang akan diumumkan nanti.
"PMO berisi profesional agar Kartu Prakerja bisa jadi terobosoan. PMO isinya orang dari latar belakang dari mana saja, bukan masalah kelembagaannya. Sesegera mungkin kami umumkan (PMO)," ucapnya.
[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya, pemerintah menyatakan bakal menunjuk Gojek, Bukalapak, hingga Tokopedia sebagai mitra pemerintah yang masuk dalam PMO. Para perusahaan digital itu akan menjadi penyalur dana kepada peserta Kartu Prakerja.
Dalam kerja sama itu, pemerintah akan membayar dana (fee) penyaluran anggaran. Namun, belum diketahui seberapa besar fee yang disepakati kedua pihak.
"Belum, urusan ini nanti urusannya manajemen (PMO). Sekarang juga belum selesai, hari ini kami bicara PMO-nya dulu, desainnga, diisi orang dari mana saja," terangnya.
Rencana sementara lainnya, pemerintah akan memberikan dana insentif sebesar Rp300 ribu sampai Rp500 ribu per bulan selama tiga bulan kepada peserta Kartu Prakerja. Dana itu bisa digunakan untuk keperluan pribadi peserta.
Lihat juga:Menaker Masih Kaji Revisi UU Ketenagakerjaan |
Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengatakan pemerintah belum mengubah perkiraan besaran dana insentif tersebut. Begitu pula dengan total kebutuhan anggaran yang mencapai Rp10,3 triliun di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020.
"Ini masih perhitungan awal, fix-nya belum, nanti akan diputuskan. Mungkin (besaran dana insentif) akan satu angka, tapi detailnya nanti. Kalau dana keseluruhan, tergantung implementasinya, bisa lebih hemat, bisa lebih optimal," jelasnya.
Kartu Prakerja merupakan satu dari tiga kartu sakti yang dijanjikan Presiden Jokowi ketika kampanye Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Dua kartu lainnya, yaitu Kartu Sembako Murah dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. (uli/lav)